JawaPos.com - Era baru segera dimulai untuk timnas Prancis. Setelah Didier Deschamps mengakhiri masa jabatan usai Piala Dunia 2026, Federasi Sepak Bola Prancis resmi menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala baru dengan kontrak hingga 2030.
Penunjukan ini sebenarnya tidak mengejutkan. Selama beberapa tahun terakhir, Zidane memang disebut-sebut menunggu kesempatan untuk menangani Les Bleus. Kini, legenda sepak bola Prancis itu akhirnya mendapat pekerjaan yang telah lama diidamkannya.
Meski baru pernah melatih satu klub sepanjang karir kepelatihannya, keberhasilan Zidane bersama Real Madrid menjadi gambaran bagaimana kemungkinan akan membangun tim Prancis.
Mengandalkan Formasi 4-3-3 yang Fleksibel
Melansir Sporting News, saat menukangi Real Madrid, Zidane lebih sering menggunakan formasi 4-3-3. Namun, dia bukan pelatih yang kaku terhadap sistem permainan.
Tiga gelandang menjadi fondasi utama permainan. Mereka bertugas menjaga keseimbangan, mengontrol tempo, sekaligus menciptakan keunggulan jumlah pemain di area tengah.
Sementara itu, lini depan diberi kebebasan untuk bergerak dan saling bertukar posisi. Yang membuat Zidane berbeda adalah kemampuannya menyesuaikan taktik dengan karakter pemain yang dimiliki.
"Sistem permainan Zidane bukanlah model tetap. Dia beradaptasi dengan para pemain yang dimiliki di Real Madrid," ujar jurnalis AS Carlos Forjanes kepada RMC Sport.
Pendekatan seperti ini membuat Zidane dinilai akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan skuad Prancis yang memiliki banyak pemain bertipe menyerang.
Memberi Kebebasan kepada Para Bintang
Kesuksesan Zidane di Real Madrid tidak hanya datang dari strategi di papan taktik, tetapi juga kemampuannya mengelola pemain-pemain bintang. Alih-alih memberikan instruksi yang terlalu rumit, dia lebih memilih membangun organisasi tim yang solid, kemudian membiarkan para pemain mengekspresikan kreativitas mereka di lapangan.
JawaPos.com - Era baru segera dimulai untuk timnas Prancis. Setelah Didier Deschamps mengakhiri masa jabatan usai Piala Dunia 2026, Federasi Sepak Bola Prancis resmi menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala baru dengan kontrak hingga 2030.
Penunjukan ini sebenarnya tidak mengejutkan. Selama beberapa tahun terakhir, Zidane memang disebut-sebut menunggu kesempatan untuk menangani Les Bleus. Kini, legenda sepak bola Prancis itu akhirnya mendapat pekerjaan yang telah lama diidamkannya.
Meski baru pernah melatih satu klub sepanjang karir kepelatihannya, keberhasilan Zidane bersama Real Madrid menjadi gambaran bagaimana kemungkinan akan membangun tim Prancis.
Mengandalkan Formasi 4-3-3 yang Fleksibel
Melansir Sporting News, saat menukangi Real Madrid, Zidane lebih sering menggunakan formasi 4-3-3. Namun, dia bukan pelatih yang kaku terhadap sistem permainan.
Tiga gelandang menjadi fondasi utama permainan. Mereka bertugas menjaga keseimbangan, mengontrol tempo, sekaligus menciptakan keunggulan jumlah pemain di area tengah.
Sementara itu, lini depan diberi kebebasan untuk bergerak dan saling bertukar posisi. Yang membuat Zidane berbeda adalah kemampuannya menyesuaikan taktik dengan karakter pemain yang dimiliki.
"Sistem permainan Zidane bukanlah model tetap. Dia beradaptasi dengan para pemain yang dimiliki di Real Madrid," ujar jurnalis AS Carlos Forjanes kepada RMC Sport.
Pendekatan seperti ini membuat Zidane dinilai akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan skuad Prancis yang memiliki banyak pemain bertipe menyerang.
Memberi Kebebasan kepada Para Bintang
Kesuksesan Zidane di Real Madrid tidak hanya datang dari strategi di papan taktik, tetapi juga kemampuannya mengelola pemain-pemain bintang. Alih-alih memberikan instruksi yang terlalu rumit, dia lebih memilih membangun organisasi tim yang solid, kemudian membiarkan para pemain mengekspresikan kreativitas mereka di lapangan.