Dituduh Sudewo sebagai "Wabup Gratisan" dan Tukang Fitnah, Plt Bupati Pati Chandra Pilih Fokus Kerja

Dituduh Sudewo sebagai "Wabup Gratisan" dan Tukang Fitnah, Plt Bupati Pati Chandra Pilih Fokus Kerja

PATI, KOMPAS.com - Bupati Pati nonaktif Sudewo melontarkan tudingan keras kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

Ia menuduh Chandra kerap memfitnah dirinya di depan sejumlah tokoh penting hingga menyebut sang wakil terpilih pada Pilkada 2024 itu sebagai "wakil bupati gratisan".

Menanggapi tudingan yang memicu kegaduhan tersebut, Chandra memilih untuk tidak memperpanjang polemik di ruang publik.

Ia mengaku lebih memilih berkonsentrasi penuh dalam menjalankan roda pemerintahan serta menuntaskan berbagai program pembangunan untuk masyarakat Kabupaten Pati.

"Awake dewe kerjo wae seng apik. Mbangun dalan, mbangun Kabupaten Pati ben rakyate makmur mulyo," ujar Chandra saat ditemui di Pendapa Kabupaten Pati, Selasa (7/7/2026).

Dalam bahasa Indonesia, pernyataan tersebut bermakna bahwa dirinya memilih untuk fokus bekerja sebaik mungkin untuk membangun infrastruktur jalan dan memajukan Kabupaten Pati agar masyarakat dapat hidup dengan makmur.

Klaim Punya Bukti Kuat Upaya Menjatuhkan Dirinya

Sebelumnya, Sudewo secara blak-blakan melontarkan tudingan tersebut usai dirinya menjalani persidangan terkait dugaan kasus korupsi yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (6/7/2026).

Menurut Sudewo, Chandra selama ini kerap menyampaikan informasi yang tidak benar mengenai performa kepemimpinannya kepada sejumlah pihak, termasuk saat bertemu langsung dengan Presiden RI ke-7, Joko Widodo.

"Plt Bupati, Wakil Bupati Pati itu selalu fitnah saya. Bahkan menghadap Pak Jokowi mantan presiden mengatakan bahwa dia itu tidak saya beri peran. Selalu saya tinggal," ujar Sudewo.

Politikus Partai Gerindra tersebut membantah mentah-mentah cerita dari sang wakil. Ia mengklaim bahwa selama dirinya aktif menjabat sebagai Bupati Pati, ia selalu memberikan ruang gerak dan porsi peran yang adil kepada Chandra sebagai wakil bupati.

Sudewo bahkan mengaku mengantongi sejumlah bukti valid yang menguatkan tuduhannya bahwa Chandra selama ini terus berupaya untuk menjatuhkan nama baik dirinya dari belakang.

Sebut Chandra Jadi Wakil Tanpa Keluar Modal

Tidak berhenti di situ, Sudewo juga mengungkit kembali memori proses pencalonan duet mereka pada kontestasi Pilkada Pati 2024 lalu. Ia menyatakan bahwa Chandra dipilih sebagai pasangan calon wakil bupati secara mendadak menjelang detik-detik penutupan pendaftaran di KPU Pati tanpa mengeluarkan modal biaya sepeser pun.

"Dia menjadi Wakil Bupati Pati itu gratis. Rp 1 juta saja tidak keluarkan uang. Partai tidak, massa tidak. Seharusnya bersyukur menjadi Wakil Bupati Pati. Jangan memfitnah saya terus. Fitnah dirasakan sudah lama," tegasnya.

Meski dihujani tudingan menohok mengenai modal politik dan loyalitasnya, Chandra tetap enggan memberikan bantahan panjang lebar dan memilih untuk menutup rapat polemik personal tersebut demi stabilitas jalannya pemerintahan daerah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang