Di tengah gempa FIFA: Federasi Qatar ungkap sikapnya terhadap Infantino

Di tengah gempa FIFA: Federasi Qatar ungkap sikapnya terhadap Infantino

Infantino Hadapi Momen Tersulit sebagai Presiden FIFA

Federasi Sepak Bola Qatar menyambut baik, pada Sabtu hari ini, keputusan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional "FIFA", Gianni Infantino, untuk menarik proposal "FIFA Forward Enterprise", seraya menegaskan bahwa langkah tersebut demi kepentingan komunitas sepak bola dunia serta memperkuat persatuan federasi nasional anggota.

Dalam pernyataan Federasi Qatar disebutkan bahwa presidennya, Sheikh Hamad bin Khalifa bin Ahmed Al Thani, menyambut baik keputusan Infantino untuk tidak melanjutkan proposal tersebut "demi kepentingan umum dalam komunitas sepak bola internasional".

Lahir dalam Keadaan Mati: Infantino Tarik Proyek Kontroversialnya Usai Badai Kritik

Resmi: Barcelona Umumkan Transfer Serangan Gemilang

Pernyataan itu menambahkan: "Meskipun proposal tersebut memuat sejumlah gagasan yang layak dikaji, kami memuji ditetapkannya keberlanjutan persatuan seluruh federasi nasional anggota sebagai prioritas langsung pada periode saat ini, serta kebijaksanaan di balik keputusan ini."

Ia melanjutkan: "Dan kami di Federasi Sepak Bola Qatar menegaskan dukungan penuh kami terhadap upaya berkelanjutan Presiden Infantino untuk mengembangkan dan memajukan sepak bola di seluruh dunia."

Apa yang Terjadi?

Penentangan terhadap rencana Infantino meningkat tajam. Rencana itu mencakup pembentukan perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise, yang menyatukan operasi komersial dan operasi penyelenggaraan turnamen Federasi Internasional, dengan membuka sebagian sahamnya bagi investor dari sektor swasta.

Federasi Sepak Bola Eropa "UEFA" mengumumkan pemboikotan terhadap turnamen-turnamen "FIFA" apabila Infantino bersikeras dengan proyeknya, yang juga mendapat penentangan dari Federasi Asia dan CONCACAF.

Warga Amerika Carlos Cordeiro, penasihat senior Presiden Federasi Internasional, juga mengundurkan diri sebagai bentuk penolakan terhadap proposal yang turut menuai kritik dari pihak warga Prancis Kevin Lamour, Direktur Eksekutif Operasi di "FIFA".

Di hadapan gejolak yang mengguncang dunia sepak bola ini, Presiden FIFA terpaksa mengumumkan penarikan proyek kontroversialnya. Namun, hal itu tidak menghentikan kritik, karena UEFA tampaknya bersikeras untuk menggeser Infantino dari jabatannya, sebagaimana CONCACAF menuntut "peninjauan terhadap kepemimpinan Federasi Internasional".