Deschamps Ungkap Strategi Perancis Jelang Lawan Swedia, Berani Tetap Main Menyerang?

Deschamps Ungkap Strategi Perancis Jelang Lawan Swedia, Berani Tetap Main Menyerang?

KOMPAS.com - Pelatih Perancis Didier Deschamps, menegaskan Les Bleus tidak akan meninggalkan identitas permainan menyerang saat menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB.

Menurutnya, kemampuan menciptakan banyak peluang dan membahayakan lawan merupakan kekuatan utama yang harus terus dipertahankan.

Timnas Perancis menjadi salah satu tim paling meyakinkan sepanjang fase grup. Les Bleus keluar sebagai juara Grup I dengan catatan sempurna berkat tiga kemenangan dari tiga pertandingan.

Ketajaman lini depan menjadi senjata utama tim asuhan Deschamps.

Kylian Mbappe mencetak masing-masing dua gol pada dua laga pertama, sementara Ousmane Dembele mengukir hattrick pada babak pertama saat Perancis menutup fase grup dengan kemenangan 4-1 atas Norwegia yang menurunkan banyak pemain pelapis.

Secara keseluruhan, Perancis mencetak 10 gol dan hanya kebobolan dua kali selama penyisihan grup.

Meski memasuki fase gugur yang identik dengan permainan lebih hati-hati, Deschamps memastikan timnya tidak akan mengubah pendekatan secara drastis.

"Ada yang bertanya apakah kami bisa terus bermain seperti ini. Empat tahun lalu kami juga melakukannya dengan pemain yang berbeda, tetapi sistemnya hampir sama. Tim-tim lain juga bermain seperti itu," jelas Deschamps, dikutip dari Reuters.

Kesimbangan Perancis

Menurut pelatih berusia 57 tahun tersebut, Perancis memiliki keseimbangan antara menyerang dan bertahan.

Saat menguasai bola, Les Bleus diyakini mampu menciptakan ancaman, sedangkan ketika kehilangan bola para pemain dituntut tampil efektif dalam merebut kembali penguasaan.

"Saat kami menguasai bola, tidak ada masalah. Saat tidak menguasainya, kami harus bermain efektif. Kami punya kemampuan menciptakan bahaya dan menyakiti lawan. Itu adalah kekuatan kami dan saya ingin kekuatan itu tetap dipertahankan," ujar Deschamps.

Gaya bermain ofensif memang menjadi ciri khas Perancis dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir.

Saat menjuarai Piala Dunia 2018, Les Bleus mencetak 11 gol dalam fase gugur dan kebobolan lima kali.

Kylian Mbappe dan Patrick Berg berebut bola dalam pertandingan sepak bola Grup I Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Prancis di Stadion Boston, Foxborough, pada 26 Juni 2026.
Kylian Mbappe dan Patrick Berg berebut bola dalam pertandingan sepak bola Grup I Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Prancis di Stadion Boston, Foxborough, pada 26 Juni 2026.

Empat tahun kemudian di Qatar 2022, mereka kembali tampil produktif dengan mencetak 10 gol hingga mencapai final sebelum akhirnya kalah adu penalti dari Argentina setelah bermain imbang 3-3.

Laga melawan Swedia juga menjadi momen kembalinya Deschamps ke bangku pelatih.

Ia sebelumnya absen saat Perancis mengalahkan Norwegia karena sedang berduka setelah ibunya meninggal dunia.

Pada pertandingan tersebut, tugas pelatih kepala dijalankan oleh asistennya, Guy Stephan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app