SUKOHARJO, KOMPAS.com - Deretan ember hingga galon plastik bekas berjejer rapi di halaman rumah warga Desa Kunden, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (24/7/2026).
Warga di sini sedang menanti kedatangan truk tangki BPBD Sukoharjo yang akan membagikan 5.000 liter air bersih.
Begitu truk yang dinanti tiba, mereka langsung menghampiri untuk mengambil bantuan air tersebut.
Biasa Andalkan Air dari Sendang
Desa ini sedang dilanda kekeringan. Biasanya warga dari beberapa dusun di Kunden menggantungkan sumber air dari sendang yang terletak di Sumber Agung yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari perkampungan.
Kini kondisinya mulai mengering.
"Yang dari Sumber Agung itu sekarang sudah agak susah gitu loh ngalirnya. Kurang tahu juga (penyebabnya). Tapi tiba-tiba agak susah saja. Dulu sempat lancar, tapi sekarang agak susah lagi," ujar Darmanto, salah satu warga Jumat (24/7/2026).
Ia mengatakan, sebagian warga juga memiliki sumur pribadi. Namun kondisinya sama. Mengering.
Karena itulah, warga saat ini sepenuhnya mengandalkan bantuan air bersih.
"Sumbernya susah. Kalau sebagian rumah itu kalau yang punya sumur ya cukup. Kalau yang enggak punya sumur ya cuma ngandelin bantuan mesin ini (bantuan)," jelasnya.
Terkadang warga harus membeli air bersih seharga Rp 3.500 per galon.
Selain itu mereka juga mengandalkan sumur tetangga yang berada di kampung sebelah.
"Paling kalau ini ngangsu atau ngambil air dari kampung sebelah di sumur yang masih ada sumbernya, kayak gitu," ujarnya.
336 Jiwa Terdampak
Kepala Desa Kunden, Purno Singohandoyo mengatakan, ada 336 jiwa yang terdampak kekeringan di wilayahnya.
Setiap kemarau, wilayahnya memang selalu sulit air.
"Sejak dulu kala. Di sini itu memang kesulitan air karena kondisi alamnya. Seperti di puncak gunung, ini paling puncaknya," kata Parno, Jumat (24/7/2026).