Dampak Bentrokan Warga di Flores Timur, Siswa SD Dialihkan ke Sekolah Lain

Dampak Bentrokan Warga di Flores Timur, Siswa SD Dialihkan ke Sekolah Lain

FLORES TIMUR, KOMPAS.com - Bentrokan warga dua desa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan aktivitas belajar di dua sekolah terganggu.

Adapun sekolah yang beroperasi di daerah tersebut, yaitu SD Inpres Riang Rindu di Bele, Desa Waiburak, dan SD Katolik Narasosina di Desa Narasosina.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur, Felix Suban Hoda, menjelaskan bahwa pasca-bentrok pada Jumat (6/3/2026) lalu, siswa dari Lewonara, Desa Narasaosina yang bersekolah di SDI Riang Rindu dialihkan sementara ke SDK Narasaosina yang ada di Lewonara.

Sementara itu, para siswa dari Dusun Bele, Desa Waiburak, yang bersekolah di SDK Narasaosina dititipkan ke SD Inpres Riang Bunga dan SD Negeri Waiburak.

Keputusan ini diambil untuk memastikan kelangsungan pendidikan bagi siswa dan guru kedua sekolah tersebut di tengah situasi yang tidak kondusif.

Dalam perkembangannya, kata Felix, pemerintah daerah dan instansi terkait terus berupaya memfasilitasi rekonsiliasi antara kedua belah pihak yang berkonflik.

Menurut dia, setelah situasi mulai kondusif, Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah memutuskan agar para guru dan siswa dikembalikan ke sekolah asal untuk melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 13 Juli 2026.

“Memang sempat ada keraguan dari pihak SDI Riang Rindu terkait keamanan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan. Tapi kita bersepakat agar para siswa didampingi oleh orangtua,” katanya.

Namun, tensi panas yang tidak kunjung mereda itu membuat kedua desa kembali terlibat konflik pada Sabtu (18/7/2026).

Felix menambahkan, pihaknya sedang berupaya untuk mencari solusi agar proses KBM dapat tetap berjalan. Hal ini menjadi prioritas utama mengingat pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak.

“Sekarang kita sedang berdialog dengan pihak sekolah untuk mencari jalan keluar agar proses KBM tetap berjalan,” tandasnya.

Diberitkan sebelumnya, konflik antarwarga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, kembali pecah pada Sabtu (18/7/2026). Bentrokan ini menyebabkan tiga orang meninggal dunia, lima orang terluka, dan 20 rumah terbakar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang