Cerita Prabowo Takut Ditempeleng Ayah dan Kakek jika Absen di Hari Koperasi

Cerita Prabowo Takut Ditempeleng Ayah dan Kakek jika Absen di Hari Koperasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto bercanda bahwa ia takut ditempeleng oleh ayah dan kakeknya, Sumitro Djokohadikusumo dan Margono Djojohadikusumo, apabila tidak menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-78 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Pada penghujung pidatonya, Prabowo mengaku bahwa ia sebenarnnya sedang mengalami flu yang membuatnya hampir tidak menghadiri acara tersebut.

"Saya minta maaf, sebetulnya saya kemarin ini flu. Rasa tenggorokan sakit, hampir saya enggak hadir," ujar Prabowo sambil minum kopi, Minggu.

Namun, Prabowo akhinnya memutuskan hadir karena ia yakin orang-orang yang berkecimpung di dunia koperasi juga menghadiri acara tersebut.

Ia lalu bergurau takut didatangi oleh ayah dan kakeknya yang berlatar belakang sebagai ekonom itu apabila tidak menghadiri acara Hari Koperasi.

"Tapi saya pikir-pikir, bayangkan kalau saya enggak hadir, Koperasi Merah Putih, rakyat koperasi sudah kumpul," kata Prabowo.

"Tapi yang saya paling takut nanti malam kalau saya tidak hadir, Pak Margono dan Pak Mitro turun, saya ditempeleng malam-malam. Akhirnya bangkit, minum kopi, semangat. Hadir di sini," imbuh dia.

Prabowo pun mendoakan agar gerakan koperasi di Indonesia dapat berumur panjang dan mengajak gerakan koperasi untuk terus bersatu.

"Dirgahayu gerakan koperasi Indonesia, selamat berjuang, percaya kepada pemimpinmu, percaya kepada pemerintahmu. Bersatu semua unsur untuk rakyat, untuk bangsa. Jangan mau dihasut, jangan mau diatur oleh kelompok-kelompok ekstrem atau bangsa lain," kata Prabowo menutup pidatonya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.