Jakarta, IDN Times - Belakangan, alih wahana dari buku ke film semakin beragam. Tak lagi terbatas pada novel, kini buku esai juga mulai diangkat ke layar lebar dengan pendekatan cerita yang baru.
Salah satu contohnya adalah film terbaru Seni Merayu Tuhan yang diadaptasi dari buku esai best seller karya Habib Ja’far. Sebagai salah satu pemain, Rieke Diah Pitaloka menilai proses adaptasi semacam ini bukanlah hal yang mudah. Menurutnya, para kreator harus mampu menerjemahkan gagasan dalam buku menjadi sebuah cerita dengan karakter dan konflik yang hidup.
Oleh karena itu, dalam sesi roundtable interview di kantor IDN, Jakarta, Jumat (24/7/2026) Rieke pun tak ragu mengapresiasi tim kreatif yang dinilainya berhasil mempertahankan intisari buku tanpa kehilangan daya tariknya sebagai sebuah film.