JAMBI, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, Jambi mencatat sedikitnya empat titik longsor terjadi di wilayah bantaran Sungai Batanghari.
Kejadian ini menjadi perhatian serius karena beberapa titik berada dekat dengan permukiman warga dan berpotensi menimbulkan risiko lebih besar jika tidak segera ditangani.
Empat lokasi longsor tersebut tersebar di sejumlah desa, yakni Desa Malapari, Desa Sungai Rengas, Desa Pasar Terusan, dan Napal Sisik.
Selain itu, BPBD juga menerima laporan adanya satu titik longsor baru di Desa Sungai Rengas yang hingga kini masih dalam proses verifikasi oleh tim di lapangan.
Bagaimana kondisi terkini di lokasi longsor?
Sekretaris BPBD Kabupaten Batang Hari, Sholihin, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Tim BPBD turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi serta pendataan sebagai dasar penanganan awal.
"Kita sudah turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi daerah longsor tersebut," katanya di Muara Bulian, Rabu (8/7/2026) dikutip dari Antara.
Ia menambahkan, tim juga tengah memeriksa laporan terbaru terkait longsor tambahan di Desa Sungai Rengas.
"Tim kita sedang melakukan verifikasi longsor yang baru terjadi," ujarnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak longsor cukup mengkhawatirkan. Di Desa Pasar Terusan, satu rumah warga berada dalam kondisi terancam karena bagian dapurnya hampir menggantung akibat tanah yang tergerus.
Sementara itu, di Desa Malapari, jarak antara titik longsor dengan rumah warga diperkirakan hanya sekitar lima meter.
Adapun di wilayah Napal Sisik, lokasi longsor relatif jauh dari permukiman sehingga risikonya lebih kecil dibandingkan titik lainnya. Namun demikian, BPBD tetap melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi.
Beberapa kondisi di lokasi terdampak antara lain:
- Desa Pasar Terusan: satu rumah terancam, bagian dapur hampir menggantung
- Desa Malapari: jarak longsor dengan rumah warga sekitar lima meter
- Desa Sungai Rengas: terdapat tambahan titik longsor yang masih diverifikasi
- Napal Sisik: lokasi longsor jauh dari permukiman warga.
Apa langkah penanganan yang dilakukan BPBD?
Untuk penanganan jangka pendek, BPBD fokus pada verifikasi lapangan dan pendataan dampak.
Sementara itu, untuk jangka panjang, BPBD akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) terkait kemungkinan relokasi warga yang tinggal di daerah berisiko tinggi.
Selain itu, BPBD juga telah melaporkan kejadian ini kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera VI guna mendapatkan penanganan teknis lebih lanjut, khususnya terkait penguatan tebing sungai.