KOMPAS.com - Pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni mengungkap kelanjutan karier internasional Lionel Messi selepas kalah dari Spanyol 0-1 di final Piala Dunia 2026.
Argentina harus rela gagal mempertahankan gelar juara usai dikalahkan Spanyol 0-1 dalam laga final Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion New York, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pagi WIB.
Momen emosional terjadi ketika pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni memuji sang kapten, Lionel Messi dalam konferensi pers selepas pertandingan melawan Spanyol di final Piala Dunia 2026.
Scaloni tak bisa bendung emosi
Seperti dilansir dari CNBC, Scaloni mendapatkan dua kali tepuk tangan keras tanda penghormatan di ruang media sebelum kemudian menitikkan air mata.
Dalam wawancara selepas pertandingan Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026, Scaloni mengungkap bahwa bermain bersama Lionel Messi dan rekan adalah sebuah mimpi besar.
Namun, eks pemain Lazio itu mengungkap bahwa dirinya tak bisa membendung emosi, lantaran akan sulit mengulangi prestasi emas bersama Argentina.
Sejak menangani Albiceleste pada tahun 2018, Scaloni setidaknya telah mempersembahkan tiga trofi, yaitu Piala Dunia 2022, serta Copa America tahun 2021 dan 2024
“Bermain untuk semua orang adalah sebuah impian, dan kami telah berjuang hingga detik-detik terakhir,” ujar Scaloni.
“Baik staf, para pemain, maupun saya sendiri. Menurut saya, wajar jika saya mengambil waktu sejenak untuk merenung dan memikirkan segalanya. Tempat ini luar biasa. Ini adalah tempat impian."
Seumur hidup saya, saya tidak pernah menyangka, tolong pahami saya, atau bahkan membayangkan, termasuk staf saya, bahwa kami akan berada di titik ini."
"Jadi, untuk melanjutkannya, dibutuhkan banyak hal: menata ulang pikiran dan memulai kembali, karena sangat sulit untuk membentuk tim seperti ini lagi."
"Dan rasanya sungguh berat. Saya sungguh minta maaf," imbuh mantan pemain yang sempat membela klub Liga Inggris, West Ham United ini.
Sebut Messi bisa main sampai kapan pun dia mau
Tak lupa, Scaloni juga menyoroti mega bintang Argentina, Lionel Messi yang nampak mengeluarkan air mata usai kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.
Sang pelatih tak memungkiri bahwa Messi adalah kunci permainan Albiceleste dan akan terus bermain hingga memutuskan pensiun.
"Dia berusia 39 tahun, sungguh luar biasa," ujar Scaloni.
"Tidak ada lagi hal baru yang perlu saya ungkapkan. Sudah sangat jelas bahwa dia akan terus bermain sampai dia sendiri memutuskan untuk berhenti."
"Kami semua mendukung Messi, dan saya berharap semua orang bangga atas pencapaiannya, karena dia adalah pemain terbaik yang pernah menginjakkan kaki di lapangan," imbuhnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang