BNPB Modifikasi Cuaca Aceh Barat dan Nagan Raya Imbas Karhutla 12,5 Hektare,

BNPB Modifikasi Cuaca Aceh Barat dan Nagan Raya Imbas Karhutla 12,5 Hektare,

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama PT Smart Cakrawala Aviation menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah udara Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai terjadi di sejumlah titik di wilayah tersebut.

Pelaksanaan OMC menjadi salah satu strategi mitigasi berbasis teknologi untuk mempercepat pembentukan hujan di area rawan kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko karhutla.

Bagaimana tujuan operasi modifikasi cuaca dilakukan?

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal, menjelaskan bahwa operasi penyemaian awan dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan bencana di wilayah terdampak.

“Operasi penyemaian awan ini dikerahkan sebagai bagian dari upaya penanganan kebencanaan di Aceh Barat dan Nagan Raya,” kata Teuku Ronal di Aceh Barat, Sabtu (25/7/2026) dikutip dari Antara.

Menurutnya, fokus utama operasi ini adalah meningkatkan potensi hujan di wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Dengan adanya hujan buatan, diharapkan titik api dapat ditekan dan potensi perluasan kebakaran dapat diminimalkan.

Di mana saja wilayah sasaran OMC?

Operasi ini menyasar wilayah udara di atas Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya dengan cakupan area tertentu. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan potensi pembentukan awan.

Teuku Ronal menjelaskan bahwa area penyemaian berada pada zona tertentu yang dinilai strategis untuk memicu pertumbuhan awan hujan.

“Menurutnya, misi penyemaian bahan semai ini menyasar wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya pada cakupan blocking area Radial 120–210 / 50–120 NM dengan bearing 140 dari Banda Aceh,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan OMC, BNPB dan mitra menggunakan pesawat khusus untuk menyebarkan bahan semai ke dalam awan. Pada tahap awal, operasi dilakukan melalui satu kali penerbangan atau sortie.

Pesawat yang digunakan adalah jenis Cessna C208 dengan nomor registrasi PK-SNM yang lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

“Penyemaian bahan semai NaCl sebanyak satu ton ini dilakukan pada ketinggian ideal 8.000–12.000 kaki agar distribusi garam klorida di dalam awan berjalan optimal,” kata Teuku Ronal menambahkan.

Teknik ini memungkinkan partikel garam berfungsi sebagai inti kondensasi yang membantu pembentukan butiran air, sehingga meningkatkan peluang turunnya hujan.

BPBD Aceh Barat mencatat bahwa kebakaran hutan dan lahan telah terjadi di beberapa kecamatan dengan total luas terdampak mencapai 12,5 hektare. Wilayah yang terdampak meliputi:

  • Kecamatan Johan Pahlawan
  • Kecamatan Samatiga
  • Kecamatan Meureubo
  • Kecamatan Woyla Barat,
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang