JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah negara kini tidak hanya sekadar memproduksi kendaraan listrik saja, namun juga mulai serius untuk memikirkan daur ulang baterai, begitu juga Korea Selatan.
Im Dan-bi, Peneliti dari Lembaga Penelitian Perundang-undangan Korea (KLRI) mengatakan, saat ini Negeri Ginseng tersebut punya empat pilar landasan sistem sirkularitas baterai yang bisa menjadi referensi untuk Indonesia dalam membangun industri baterai berkelanjutan.
"Pengalaman Korea dalam mendaur ulang baterai bukanlah model yang sempurna, melainkan peta jalan yang bisa jadi referensi. Saya akan menjelaskan instrumen kelembagaan yang sesuai dengan setiap tahap melalui empat pilar," katanya pada acara diskusi terbatas, di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
EPR
Pilar yang pertama adalah Extended Producer Responsibility (EPR) dalam kebijakan pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik.
Dan-bi mengatakan, dalam membangun EPR ada tiga hal yang sangat penting.
Pertama, perlu ditentukan siapa pihak memikul tanggung jawab di antara produsen kendaraan, produsen baterai atau importir untuk mengumpulkan baterai bekas.
Kedua, perlu ditentukan apakah produsen daur ulang akan melakukan pengumpulan baterai secara langsung atau menjalankan sistem melalui pembayaran kontribusi.
Ketiga, jika menggunakan skema kontribusi, perlu ditentukan siapa yang akan menjalankan kegiatan pengumpulan di lapangan.
Regulasi Keselamatan
"Pilar yang kedua adalah regulasi keselamatan. Baterai kendaraan listrik merupakan aset bernilai ekonomi namun membawa risiko tegangan tinggi dan kebakaran," katanya.
Dan-bi menjelaskan, jika hanya mewajibkan pengumpulan baterai bekas tanpa mempertimbangkan sifatnya, pelaku usaha dapat bertanggung jawab atas keselamatan dan risiko hukum yang sulit diprediksi.
Standar keselamatan harus mencakup seluruh proses.
Mulai kendaraan hingga fasilitas daur ulang baterai.
Misalnya status pengisian daya, pemeriksaan kerusakan selama pengangkutan, hingga persyaratan keselamatan pada proses pembongkaran baterai.
Sistem Evaluasi
Kemudian pilar yang ketiga adalah sistem evaluasi untuk pengelolaan baterai bekas.
Sehingga dapat mendiagnosis kondisi baterai seperti kapasitas, hambatan internal hingga stabilitas termal dan listrik di baterai.
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app