Banyak Pebalap MotoGP Tinggal di Andorra, Marquez Malah Pilih Spanyol

Banyak Pebalap MotoGP Tinggal di Andorra, Marquez Malah Pilih Spanyol

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah pebalap MotoGP memilih menetap di Andorra, seperti Jorge Martin, Alex Marquez, Maverick Vinales, Joan Mir, Alex Rins, hingga Pedro Acosta. Selain menawarkan tarif pajak yang lebih rendah, negara kecil di Pegunungan Pyrenees tersebut juga memiliki medan yang cocok untuk latihan fisik.

Namun, Marc Marquez justru mengambil keputusan berbeda dengan tetap tinggal di Spanyol sepanjang karier balapnya.

Seperti diketahui, Andorra menjadi tujuan banyak pebalap MotoGP karena menawarkan tarif pajak yang lebih rendah. Selain itu, negara kecil di Pegunungan Pyrenees tersebut juga memiliki medan yang ideal untuk latihan fisik serta suasana yang lebih tenang.

Namun bagi Marquez, faktor tersebut bukan alasan utama untuk meninggalkan Spanyol.

"Saya paham orang-orang yang ingin pindah. Mereka bebas menentukan pilihan," ujar Marquez, dikutip dari Crash.net, Sabtu (25/7/2026).

"Tapi secara pribadi saya merasa bebas kalau tinggal di tempat yang memang saya inginkan," lanjut pebalap Ducati Lenovo Team tersebut.

Marquez mengaku pendapatannya masih lebih dari cukup meski harus membayar pajak di Spanyol.

"Tentu saya menghasilkan banyak uang. Meski membayar pajak, saya masih punya banyak. Jadi memang itu membantu," kata Marquez.

"Tapi saya merasa nyaman di Spanyol dan saya ingin tinggal di tempat yang bisa memberi saya kesempatan terbaik untuk tampil maksimal di lintasan," lanjutnya.

Pebalap MotoGP asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, bereaksi di dalam garasi timnya pada hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 4 Februari 2026.
Pebalap MotoGP asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, bereaksi di dalam garasi timnya pada hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 4 Februari 2026.

Cedera Jadi Alasan Pindah ke Madrid

Menurut Marquez, alasan terbesar tetap tinggal di Spanyol adalah karena akses terhadap fasilitas medis dan tim pendukung yang dibutuhkan setelah mengalami cedera parah beberapa tahun lalu.

Awalnya, Marquez tinggal di kampung halamannya, Cervera, karena belum membutuhkan perawatan khusus.

"Dulu saya tinggal di Cervera karena lebih santai. Saya tidak membutuhkan fisioterapis ataupun peralatan khusus," ujarnya.

Namun, situasinya berubah setelah mengalami cedera lengan yang membuatnya harus menjalani pemulihan panjang.

"Sejak mengalami cedera, saya membutuhkan mesin khusus, fisioterapis, dan metode latihan yang berbeda. Karena itu saya pindah ke Madrid karena di sana saya menemukan tim dan pusat rehabilitasi yang sangat baik," ujar Marquez.

Ia menegaskan, semua keputusan mengenai tempat tinggal selalu didasarkan pada satu tujuan, yakni mendukung performanya saat balapan.