Bali Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia, Gubernur Wayan Koster Minta Pelayanan Publik Lebih Responsif

Bali Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia, Gubernur Wayan Koster Minta Pelayanan Publik Lebih Responsif

KOMPAS.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai upaya menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Menurut Koster, setiap persoalan pelayanan publik di Bali dapat dengan cepat menjadi sorotan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Oleh karena itu, kualitas layanan di berbagai sektor, mulai dari keimigrasian, kesehatan, hingga perbankan, harus terus ditingkatkan.

"Pelayanan adalah kebutuhan utama masyarakat. Kita harus responsif terhadap aspirasi yang semakin cepat serta mampu mengimbangi dinamika di lapangan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (7/7/2026).

Hal tersebut disampaikan Koster saat membuka Bazar Pelayanan Publik 2026 yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali di Shelter Kebencanaan Baruna, Pantai Kuta, Sabtu (4/7/2026).

Pada kesempatan itu, Koster mengatakan, ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah terus meningkat seiring perkembangan zaman.

Oleh sebab itu, penyelenggara layanan publik dituntut memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan adaptif.

Secara khusus, Koster menyoroti layanan keimigrasian yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kenyamanan wisatawan mancanegara.

Dengan jumlah kunjungan wisatawan asing yang hampir mencapai 7 juta pada 2025, beban layanan keimigrasian di Bali menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.

“Kalau kita salah dalam memberikan pelayanan, ini akan sangat berdampak bagi pariwisata Bali,” tegasnya.

Menurut Koster, peningkatan kualitas layanan keimigrasian tidak hanya menjadi tanggung jawab kementerian atau lembaga vertikal, tetapi juga membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan di Bali.

Apresiasi Bazar Pelayanan Publik

Koster mengapresiasi penyelenggaraan Bazar Pelayanan Publik 2026 yang dinilai mampu mendekatkan berbagai layanan kepada masyarakat dalam satu lokasi.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Ini langkah yang tepat untuk mendorong peningkatan layanan publik. Namun, jangan berhenti sampai di sini, harus ditindaklanjuti secara berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejati (Kajati) Bali Setiawan Budi Cahyono mengatakan, Bazar Pelayanan Publik merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang optimal, transparan, dan akuntabel.