LEMBATA, KOMPAS.com - Suara gemuruh muncul saat aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, meningkat.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria menjelaskan bahwa suara dentuman yang keras dapat mengakibatkan getaran yang kuat pada beberapa bagian bangunan terutama jendela kaca dan pintu.
Namun, menuru dia, gemuruh tersebut merupakan hal wajar sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Masyarakat diimbau untuk tidak panik.
“Suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunungapi yang sedang dalam fase erupsi,” ujar dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Gunung Ile Lewotolok merupakan gunung bertipe strato di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lana mengatakan, sejak 24 Februari 2026, tingkat aktivitas gunung diturunkan dari level III siaga ke level II waspada.
Setelah penurunan tingkat aktivitas tersebut, aktivitas gunung masih berfluktuasi dengan beberapa kali peningkatan aktivitas, seperti yang terjadi di bulan April 2026, ada peningkatan kegempaan tektonik yang diikuti peningkatan jumlah gempa vulkanik dalam dan kemudian menurun kembali.
Pada akhir Mei 2026, jumlah gempa hybrid meningkat, namun kembali normal.
Lana menerangkan, sejak pertengahan Juni 2026, jumlah gempa erupsi dan gempa embusan perlahan meningkat hingga saat ini.
“Pada bulan Juli 2026 ini, aktivitas erupsi sering diikuti dengan suara dentuman yang kuat yang tidak jarang dapat menggetarkan dinding rumah dan kaca jendela,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengamatan visual dari Pos PGA Ile Lewotolok menunjukkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dengan tinggi berkisar 20-400 meter dari puncak.
Tinggi kolom erupsi berkisar 100-600 meter dari puncak berwarna putih hingga kelabu. Terjadi guguran, namun secara visual, jarak dan arah luncuran tidak teramati.
Teramati lontaran material pijar dengan jarak lontaran berkisar 200-500 meter ke arah tenggara dan 100 meter ke arah selatan.
Lana menegaskan, berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik, terutama kenaikkan jumlah kejadian erupsi yang signifikan.
“Tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih berada pada level II waspada,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang