KOMPAS.com - Harapan Timnas Argentina untuk mempertahankan mahkota juara Piala Dunia 2026 harus kandas di tangan Spanyol.
Pada laga final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, skuad La Albiceleste harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 1-0.
Kemenangan Spanyol dipastikan melalui gol dramatis Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu, tepatnya di menit ke-106.
Menanggapi kekalahan yang mengubur mimpi beruntun ini, bintang sekaligus kapten tim, Lionel Messi, mengungkapkan betapa beratnya menerima kenyataan tersebut.
Ini menjadi pil pahit kedua bagi Lionel Messi di partai puncak turnamen sepak bola terbesar sejagat, setelah sebelumnya Argentina juga takluk 1-0 dari Jerman pada edisi 2014.
Dengan usianya yang kini menginjak 39 tahun, kiprah sang megabintang pada edisi 2030 mendatang masih dipertanyakan, meski ia belum memberikan pernyataan terkait masa depannya di tim nasional.
Kekecewaan dan Kebanggaan Sang Kapten
Melalui akun media sosial pribadinya, La Pulga mencurahkan perasaannya kepada publik.
“Rasa sakitnya luar biasa, dan luka ini akan membutuhkan waktu untuk sembuh. Namun, saya juga tetap mengingat semua hal baik,” jelas Messi dikutip dari BBC Sport, Selasa (21/7/2026).
Ia mengenang perjuangan keras skuad asuhan Lionel Scaloni yang sukses menundukkan berbagai rintangan, termasuk saat memulangkan Mesir dan Inggris di fase gugur.
“Pertandingan-pertandingan yang kami balikkan dengan memberikan segalanya, momen-momen yang akan selamanya terukir dalam ingatan kami, serta dukungan dari seluruh negara yang, dipadukan dengan kerja keras dan usaha tim ini, membawa kami kembali ke jajaran elit dunia sekali lagi,” lanjutnya.
Dirinya yang menorehkan delapan gol dan empat assist selama kompetisi berlangsung, menambahkan,
“Sulit untuk sepenuhnya menghargai pencapaian kami saat ini, namun tim ini berhasil mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut,” tegas Lionel Messi.
“Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para suporter. Terima kasih dari lubuk hati saya yang paling dalam atas setiap ucapan dan pesan.”
Sekali lagi, kami berhasil bersatu sebagai sebuah negara dan berdiri bersama, berbagi kebanggaan yang luar biasa sebagai warga Argentina."
Pengakuan atas Ketangguhan La Roja
Tidak lupa, peraih delapan trofi Ballon d'Or itu memberikan penghormatan kepada sang juara baru turnamen.