Pertandingan perempat final antara Argentina dan Swiss (3-1) masih menjadi bahan perbincangan yang hangat. Terutama wasit João Pinheiro yang menjadi sorotan, setelah beberapa keputusan kontroversial.
Kartu kuning kedua yang diterima Breel Embolo, yang berujung pada kartu merah, tak diragukan lagi menjadi momen yang paling banyak dibicarakan. Awalnya, pemain Argentina Leandro Paredes yang mendapat kartu tersebut, namun berkat aturan ‘kesalahan identifikasi’, VAR dapat turun tangan. Baca di sini mengapa keputusan tersebut sepenuhnya sesuai dengan peraturan FIFA.
Namun, baik di dalam maupun luar negeri, masih ada persepsi bahwa Argentina sering diuntungkan oleh FIFA. Namun, rekaman baru menunjukkan sudut pandang yang berbeda: menurut banyak pihak, Swiss juga lolos dari keputusan wasit yang kontroversial.
Ardon Jashari melakukan pelanggaran keras terhadap Nicolás González pada babak pertama perpanjangan waktu. Gelandang Swiss itu bahkan dua kali menendang keras pergelangan kaki lawannya dalam satu aksi.
González kemudian terbaring di lapangan cukup lama, sementara Argentina terus bermain dalam upaya mencari gol penentu kemenangan. Pinheiro tidak memberikan sanksi atas insiden tersebut dan VAR pun tidak turun tangan. Akibatnya, Jashari lolos dari kemungkinan kartu merah.
Di media sosial, momen tersebut memicu banyak kemarahan. Banyak penggemar merasa aneh bahwa, berbeda dengan situasi seputar Embolo, aksi Jashari hampir tidak dibicarakan sama sekali. “Ini lebih merah daripada seragam Swiss,” demikian bunyi salah satu reaksi yang sering terdengar.
Jurnalis De Telegraaf, Jeroen Kapteijns, juga sependapat. “Banyak lagi suara di media sosial mengenai dugaan perlakuan istimewa wasit terhadap Argentina. Ini seharusnya bisa/harus menjadi kartu merah, tetapi di sini hampir tidak ada yang membicarakannya,” tulisnya di X.