Apakah Jenis Persalinan Pengaruhi Risiko Gangguan Otot Dasar Panggul?

Apakah Jenis Persalinan Pengaruhi Risiko Gangguan Otot Dasar Panggul?

JAKARTA, KOMPAS.com - Gangguan otot dasar panggul atau pelvic floor dysfunction (PFD) sering dikaitkan dengan proses persalinan yang dialami perempuan. 

Namun, apakah jenis persalinan, terutama persalinan normal atau caesar, menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko kondisi tersebut?

Gangguan ini dapat memengaruhi fungsi dasar panggul yang berperan penting dalam menopang organ reproduksi, kandung kemih, hingga usus. 

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi estetika Bamed, dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG, FAUCICOG, MM., MARS menjelaskan, jenis persalinan bukanlah faktor utama yang menentukan munculnya gangguan otot dasar panggul.

Apakah jenis persalinan dapat meningkatkan gangguan otot dasar panggul?

Kehamilan lebih berpengaruh dibanding jenis persalinan

Menurut dr. Yeni, perubahan pada otot dasar panggul sebenarnya sudah dapat terjadi sejak masa kehamilan, bahkan sebelum proses persalinan berlangsung. 

Pada fase ini, tubuh perempuan mengalami peningkatan beban yang cukup signifikan, terutama pada trimester akhir.

“Jenis persalinan itu sebenarnya tidak terlalu menentukan munculnya gangguan otot dasar panggul, karena yang paling menyebabkan terjadinya PFD adalah pada masa kehamilan,” kata dr. Yeni dalam Seminar Media Bamed Healthcare di Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026)

Ia menjelaskan, kehamilan pertama, terutama saat memasuki usia 9 bulan, menjadi periode yang cukup rentan terhadap terjadinya perubahan atau kerusakan pada otot dasar panggul.

“Pada kehamilan anak pertama memasuki usia 9 bulan, biasanya rentan terjadi kerusakan otot dasar panggul. Maka, perlu mengedukasi ibu hamil agar tidak terlalu banyak terjadi peningkatan berat badan selama hamil,” ujarnya.

Karena itu, pengendalian berat badan selama kehamilan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko tekanan berlebih pada area panggul.

Pentingnya mengontrol berat badan dan proses persalinan

Selain faktor kehamilan, pola makan juga menjadi perhatian utama. Dr. Yeni menekankan pentingnya pemahaman yang tepat mengenai kebutuhan nutrisi selama hamil agar tidak terjadi kenaikan berat badan yang berlebihan.

“Jangan ada anggapan kalau hamil makan untuk dua orang, ibu dan bayi. Makan yang cukup dan gizi lengkap saja, agar kenaikan berat badannya terkontrol,” katanya.

Pada proses persalinan, terdapat beberapa kondisi yang juga dapat berkontribusi terhadap risiko gangguan otot dasar panggul. 

Salah satunya adalah berat bayi serta proses persalinan spontan yang dapat memberikan tekanan pada jaringan panggul.

“Lalu, proses persalinan spontan dengan berat bayi yang bisa merusak dasar panggul pada saat kehamilan maupun persalinan,” ujarnya.