Antrean BBM Masih Mengular, Gubernur Sumsel Ungkap Ada Indikasi Mafia Solar

Antrean BBM Masih Mengular, Gubernur Sumsel Ungkap Ada Indikasi Mafia Solar

PALEMBANG, KOMPAS.com - Antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU Kota Palembang, Sumatera Selatan, diduga karena adanya keterlibatan mafia solar yang bermain secara diam-diam untuk mendapatkan keuntungan tersendiri.

Hal itu diungkapkan langsung Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru usai menggelar rapat koordinasi penanganan antrean BBM bersubsidi di Ruang Rapat Bina Praja, Palembang, Selasa (7/7/2026) sore.

Herman Deru menjelaskan, indikasi praktik mafia dan sindikat yang melibatkan oknum di internal SPBU hingga pelaku yang memanfaatkan banyak barcode menjadi salah satu penyebab antrean panjang.

Sebab, para pelaku terus mengisi solar secara berulang.

"Ada indikasi itu (mafia solar), bahkan Polda sudah random dan tentu tindakannya tidak bisa sporadis, harus menyeluruh," kata Herman Deru.

Menurut Herman Deru, dampak dari praktik para mafia solar ini bukan hanya berimbas kepada antrean panjang.

Namun, pihak SPBU menjadi enggan menerima tambahan kuota.

"Praktik tersebut bahkan berdampak pada penyaluran solar subsidi sehingga ada SPBU yang enggan menerima tambahan kuota. Saya sudah berkoordinasi dengan BPH Migas terkait kuota karena ada SPBU yang tidak mau menerima kuota subsidi akibat adanya mafia BBM di lapangan ini," ujarnya.

Herman Deru pun meminta aparat penegak hukum dapat mengusut dugaan praktik mafia BBM tersebut secara menyeluruh.

Sebab, penanganan tidak cukup dilakukan terhadap pelaku di lapangan, tetapi juga harus menyasar jaringan yang diduga mengatur penyalahgunaan distribusi BBM subsidi agar persoalan antrean solar tidak terus berulang.

"Persoalan ini klasik. Ada sindikat, baik internal SPBU masing-masing, operator punya barcode lima, ada yang tukang unjal (angkut), bahasa Palembang. Apa pun ini adalah persoalan yang harus ditangani polisi," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang