Sebanyak 18 anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Operasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) meninggalkan aktivitas separatis mereka dan secara sukarela berikrar setia ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebanyak 10 di antaranya merupakan anggota TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, sementara 8 lainnya adalah anggota TPNPB-OPM Kodap XV Kupel Ngalum Oksibil.
Upacara pengucapan ikrar setia NKRI bagi 10 anggota TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya dilakukan di Lapangan Kodam XVIII Kasuari, Papua Barat. Upacara ini dipimpin langsung oleh Pangkogabwilhan III Letjen Lucky Avianto.
"Upaya sinergi jajaran aparat keamanan, khususnya dari Kodam XVIII/Kasuari, berusaha menggalang mereka selama kurang lebih enam bulan. Sehingga mereka akhirnya bisa kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Lucky dalam keterangannya, Kamis (25/6).
Dalam proses seremoninya, para anggota OPM itu melepaskan seluruh atribut separatis dan menyerahkan bendera Bintang Kejora. Prosesi juga dihadiri keluarga, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat sekitar.
Lucky menyebut, para anggota OPM ini mengaku tak tahan dengan kesadisan yang dilakukan oleh para anggota kelompok separatis lainnya.
"Mereka menyampaikan bahwa OPM selama ini sadis, membunuh beberapa masyarakat yang tidak berdosa, mama-mama, anak-anak, aparat keamanan. Perilakunya ini biadab dan tidak sesuai dengan norma kemanusiaan," ungkap Lucky.
"Di satu sisi, Satgas TNI melaksanakan pendekatan kepada mereka secara humanis, persuasif, dan akhirnya bisa mengajak mereka untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia," lanjutnya.
Lucky pun mengajak kepada para anggota OPM lainnya yang masih berseberangan dengan NKRI agar bisa kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Sementara, prosesi pengucapan ikrar setia NKRI oleh anggota TPNPB-OPM Kodap XV Kupel Ngalum Oksibil dilakukan di lapangan Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Upacara dipimpin oleh Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto.
Dari 8 anggota TPNPB-OPM Kodap XV Kupel Ngalum Oksibil yang berikrar setia, satu di antaranya diketahui menjabat sebagai Komandan Batalyon.
Didampingi oleh keluarga, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat, para anggota OPM ini bersumpah setia kepada NKRI. Mereka juga menyerahkan senjata serta atribut yang selama ini digunakan.
"Jadi hari ini ada ikrar kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, ada delapan orang saudara-saudara kita yang kemarin di hutan. Dan bentuk kesetiaan mereka, sudah membacakan ikrar, kemudian menyerahkan senjatanya," kata Riyanto.