Alasan Timnas Indonesia Pilih TC di Bali Jelang Piala AFF 2026

Alasan Timnas Indonesia Pilih TC di Bali Jelang Piala AFF 2026

KOMPAS.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengungkapkan alasan pemilihan Bali sebagai lokasi pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2026 atau ASEAN Championship 2026.

Timnas Indonesia bersiap untuk bertarung di ajang Piala AFF 2026 atau ASEAN Championship 2026 yang akan dimulai pada 24 Juli mendatang.

Sebagai langkah mempersiapkan Rizky Ridho dkk agar tampil maksimal, pelatih John Herdman memilih untuk melakukan TC di Bali pada 5-25 Juli 2026.

Diungkapkan Sumardji, Bali dipilih karena memiliki fasilitas lengkap. Selain itu, cuaca di Pulau Dewata juga dianggap sangat mendukung pemain untuk mematangkan kemampuannya.

"Saya rasa Bali merupakan tempat yang tepat agar para pemain bisa lebih fokus menjalani persiapan. Semua fasilitas yang dibutuhkan tersedia di sana," kata Sumardji dalam acara Water Break PSSI Pers bertajuk ASEAN Hyundai Cup 2026: Menjemput Gelar Pertama Indonesia di N Brand Experience Center, SCBD, Jakarta, Jumat (3/7/2026). 

Mengenai apakah bakal menggelar uji coba selama TC, Sumardji mengaku belum mendapatkan informasi terbaru.

"Sementara mengenai laga uji coba, saya belum mendapatkan informasi pasti," kata Sumardji.

"Kalau nanti sudah ada kepastian, baik mengenai lawan klub maupun tim nasional, tentu akan segera kami sampaikan," tutur pria yang juga menjabat Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu.

Suasana Berbeda

Dari sisi pemain, Cahya Supriadi menegaskan bahwa Bali merupakan tempat yang tepat untuk menjalani pemusatan latihan karena sangat mendukung seluruh kebutuhan tim.

"Fasilitas latihannya sangat baik. Lapangannya bagus, tersedia pusat kebugaran (gym), sehingga setelah latihan kami bisa langsung menjalani latihan tambahan di gym atau bahkan sebelum latihan," ucap Cahya.

Selain Cahya, Rayhan Hannan mengatakan TC di Bali bisa lebih fokus bagi pemain karena suasanya yang tenang. Berbeda dengan Jakarta yang lebih ramai.

"Selain fasilitas lengkap, di Jakarta kami setiap hari melihat suasana perkotaan," ungkap Hannan.

"Sementara di Bali suasananya lebih segar sehingga bisa membantu para pemain menjadi lebih rileks dan fokus selama menjalani latihan," terangnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang