BEKASI, KOMPAS.com – Penemuan seorang bayi perempuan yang diduga dibuang orangtuanya di semak-semak wilayah Desa Lambangjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, masih menjadi misteri.
Bayi yang diperkirakan baru berusia tiga hari itu ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Ia terbungkus kain bekas, tergeletak di lahan kosong, dan nyaris tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Ditemukan Pemulung di Semak-semak
Bayi perempuan itu pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung bernama Kandar saat mencari barang bekas di lahan kosong dekat area Perumahan Grand Wisata, Selasa (14/7/2026).
Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuriyanti mengatakan, saat ditemukan, bayi tidak menangis sehingga warga di sekitar lokasi tidak menyadari keberadaannya.
"Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh pemulung. Saat ditemukan bayi dalam kondisi diam, enggak nangis. Warga di lokasi juga tidak ada yang mendengar bayi nangis," ujar Wuriyanti saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (15/7/2026).
Sempat Dikira Meninggal Dunia
Wuriyanti mengatakan, Wardan sempat mengira bayi tersebut telah meninggal dunia.
"Pemulung itu juga saat menemukan bayi kondisinya diam saja, tidak menangis. Bahkan sempat dikira sudah meninggal," kata Wuriyanti.
Menurut dia, tangisan bayi baru terdengar setelah dibawa ke bidan desa untuk dibersihkan dan dimandikan.
Saat dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi, suara tangisnya bahkan sudah terdengar serak.
Baru Berusia Tiga Hari
Berdasarkan hasil pemeriksaan bidan dan dokter di RSUD Kabupaten Bekasi, bayi tersebut diperkirakan baru berusia sekitar tiga hari.
Perkiraan itu diketahui dari kondisi tali pusat yang masih menempel meski sudah mulai mengering.
Saat ditemukan, bayi tersebut tidak mengenakan pakaian dan hanya dibungkus kain bekas berwarna putih.
"Kondisi badannya hangat, agak demam, kurang cairan, dan agak kuning," ujar Wuriyanti.
Meski demikian, hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi bayi secara umum dalam keadaan baik.
"Kondisi bayinya sehat, beratnya 3,1 kilo dan panjangnya 49 senti. Artinya bayi dalam kondisi normal dengan gizi dan tumbuh kembang yang baik," kata dia.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.