BYD Bidik Geser Toyota Jadi Raja Otomotif Dunia dalam 5 Tahun

BYD Bidik Geser Toyota Jadi Raja Otomotif Dunia dalam 5 Tahun

JAKARTA, KOMPAS.com - Pabrikan otomotif asal China, BYD, memasang target ambisius untuk menjadi produsen mobil terlaris di dunia dalam lima tahun ke depan. Menariknya, target tersebut ingin dicapai tanpa bergantung pada pasar Amerika Serikat (AS) yang masih memberlakukan tarif tinggi terhadap kendaraan buatan China.

Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, mengatakan, perusahaan akan mengandalkan pertumbuhan organik serta ekspansi ke berbagai kawasan, mulai dari Eropa, Amerika Latin, Asia Tenggara, hingga Australia.

Dikutip dari Carnewschina.com, Rabu (15/7/2026), pernyataan tersebut disampaikan tidak lama setelah BYD mencatat tonggak baru dengan memproduksi kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) ke-17 juta.

Booth BYD di IIMS 2026
Booth BYD di IIMS 2026

Produksi Melaju Sangat Cepat

Kecepatan produksi BYD meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. Mobil NEV ke-1 juta baru diproduksi pada Mei 2021. Selanjutnya, perusahaan berhasil menembus angka produksi 10 juta unit pada November 2024.

Momentum pertumbuhan tersebut terus berlanjut. Hanya dalam waktu enam bulan, BYD mampu meningkatkan total produksi dari 15 juta menjadi 17 juta unit NEV. Namun, laju produksi yang tinggi belum sepenuhnya tercermin pada penjualan domestik.

Berdasarkan data China EV DataTracker, penjualan tahunan mobil penumpang BYD sempat mengalami penurunan selama delapan bulan berturut-turut sebelum kembali tumbuh pada Mei 2026. Kondisi tersebut terjadi karena perusahaan mengalihkan fokus ke pasar ekspor.

Booth BYD di GJAW 2025

Sepanjang semester pertama 2026, BYD membukukan penjualan global sebanyak 1.777.321 unit atau turun 16,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan di pasar domestik bahkan merosot 45,9 persen menjadi 795.169 unit. Meski demikian, pertumbuhan penjualan di luar negeri dinilai mampu menjadi penopang kinerja perusahaan pada paruh kedua tahun ini.

Booth BYD di IIMS 2026
Booth BYD di IIMS 2026

Tanpa Pasar AS

Dalam wawancara dengan Financial Times, Stella Li menegaskan target menggeser Toyota akan dicapai melalui pertumbuhan bisnis secara alami tanpa harus mengandalkan pasar Amerika Serikat.

Menurut dia, BYD juga tidak memiliki kebutuhan untuk mengakuisisi produsen otomotif lain demi meningkatkan volume penjualan dan merebut posisi teratas dari Toyota.

Pada PEVS 2025, booth BYD dan DENZA menempati satu area seluas 800 m² yang terintegrasi di Hall B3, booth A5.
Pada PEVS 2025, booth BYD dan DENZA menempati satu area seluas 800 m² yang terintegrasi di Hall B3, booth A5.

Meski begitu, Stella Li tidak menutup kemungkinan perusahaan mengakuisisi merek mobil mewah asal Eropa apabila muncul peluang yang dinilai tepat. Saat ini, belum ada target akuisisi yang sedang dipertimbangkan.

Sebelumnya, pendiri sekaligus Chairman BYD Wang Chuanfu juga menyampaikan target serupa. Ia optimistis BYD dapat menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam kurun waktu lima tahun berkat keunggulan teknologi pengisian daya cepat serta pertumbuhan bisnis internasional yang terus meningkat.

Denza D9 dibangun dengan enam pilar kecanggihan yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyeluruh, baik bagi pengemudi maupun penumpang.
Denza D9 dibangun dengan enam pilar kecanggihan yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyeluruh, baik bagi pengemudi maupun penumpang.

Masih Tertinggal dari Toyota

Sepanjang 2025, BYD mencatat penjualan global sebanyak 4,55 juta unit kendaraan.

Angka tersebut masih jauh di bawah Toyota yang membukukan penjualan sekitar 10,5 juta unit secara global, belum termasuk kontribusi Daihatsu dan Hino.

Meski demikian, BYD tetap optimistis mengejar ketertinggalan. Untuk 2026, perusahaan menargetkan penjualan global sebesar 5 juta hingga 5,5 juta unit NEV, termasuk sekitar 1,5 juta unit yang berasal dari pasar luar negeri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang