5 Pelatih Spanyol yang Menangani Klub Premier League 2026/2027

5 Pelatih Spanyol yang Menangani Klub Premier League 2026/2027

ilustrasi bola berlogo Premier League (pixabay.com/KelvinStuttard)
  • Lima pelatih asal Spanyol akan memimpin klub Premier League musim 2026/2027, menggantikan era dominasi Pep Guardiola yang telah meninggalkan Manchester City setelah satu dekade sukses.
  • Mikel Arteta tetap di Arsenal usai membawa tim juara, sementara Unai Emery bersama Aston Villa dan Andoni Iraola di Liverpool siap bersaing dalam perebutan gelar liga.
  • Xabi Alonso dipercaya menangani Chelsea dengan skuad muda potensial, sedangkan Alvaro Arbeloa memulai petualangan barunya di Fulham, menambah warna persaingan pelatih Spanyol di Inggris.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

English Premier League dihuni sejumlah pelatih baru pada 2026/2027. Kendati musim belum bergulir, sederet klub telah mengumumkan nakhoda anyar mereka. Menariknya, banyak juru taktik asal Spanyol yang akan beradu taktik di kasta teratas Liga Inggris pada musim baru. Tercatat, ada lima pelatih Spanyol yang menukangi klub Premier League 2026/2027 per 21 Juli 2026. 

1. Mikel Arteta masih dipercaya Arsenal setelah mampu juara pada 2025/2026

Mikel Arteta menjalani tahun keenamnya sebagai pelatih Arsenal. Setelah sukses menjuarai Premier League 2025/2026, ekspektasi tinggi menghampiri The Gunners. Musim baru 2026/2027 mestinya membuat Arsenal menjadi kandidat kuat kembali meraih juara. 

Hal tersebut tidak terlepas dari hengkangnya Pep Guardiola dari Manchester City setelah 10 tahun. Dalam sedekade terakhir, Guardiola membawa Manchester City mendominasi dengan enam kali juara. Arteta dan Arsenal juga beberapa kali bersaing dan gagal. Hingga akhirnya, Arsenal bisa merengkuh titel juara pada musim lalu setelah puasa gelar selama 22 tahun. 

2. Unai Emery akan membawa Aston Villa kembali bersaing di Premier League

Unai Emery berpeluang turut terlibat persaingan juara bersama Aston Villa di Premier League 2026/2027. Musim ini bakal menjadi tahun keempatnya berada di Villa Park. Sosok berusia 54 tahun ini berhasil membawa Aston Villa hingga kompetitif di Eropa. Musim 2025/2026 lalu, Aston Villa akhirnya mengakhiri dahaga juara 3 dekade setelah merengkuh trofi Liga Europa. 

Berbekal konsistensi tersebut, Emery berpotensi meramaikan perebutan juara Premier League. Sebagai pelatih yang berpengalaman di Inggris, kans tersebut terbuka lebar. Ini mengingat kiprah mereka musim lalu juga menjanjikan dengan finis keempat di Premier league. Sejumlah pemain baru didatangkan demi menambah kedalaman skuad untuk mengarungi kompetisi.

3. Setelah meninggalkan Bournemouth, Andoni Iraola memulai karier baru bersama Liverpool

Andoni Iraola berlabuh ke Merseyside untuk menukangi Liverpool mulai 2026/2027. Setelah membawa Bournemouth lolos ke kompetisi Eropa pertama kalinya, sang arsitek justru pergi. Ia meninggalkan klub yang membuat namanya besar di Inggris setelah 3 tahun. 

Tantangan besar kini menanti Iraola di Liverpool. Dengan label klub tersukses di Inggris, beban tinggi berada di pundaknya. Setelah musim buruk Arne Slot yang berujung pada pemecatan, Iraola diharapkan bisa merekatkan kembali komunikasi antarpemain agar konsisten. Kendati masih terlalu dini, Iraola berpeluang membawa Liverpool bersaing dalam perebutan juara.

4. Sempat menganggur, Xabi Alonso dipercaya menangani Chelsea

Xabi Alonso berlabuh ke Chelsea setelah menganggur karena dipecat Real Madrid. Sempat dirumorkan ke Liverpool, pelatih berusia 44 tahun ini merapat ke London. Chelsea memilihnya untuk menggantikan Liam Rosenior yang telah dipecat karena performa buruk. 

Kendati hanya melatih Real Madrid selama 7 bulan, reputasi Alonso terbangun dengan baik ketika menangani Bayer Leverkusen pada 2022–2025. Selama 3 tahun menukangi klub Jerman tersebut, ia menghadirkan sejarah bagi klub. Alonso membawa tim meruntuhkan dominasi Bayern Munich dengan juara Bundesliga 2023/2024 tanpa sekalipun menelan kekalahan. 

Alonso membawa Bayer Leverkusen kompetitif dengan pemain muda, sama seperti mayoritas skuad Chelsea saat ini. Kondisi ini membuatnya dinilai bisa menangani para pemuda agar mengeluarkan potensinya terbaiknya. Terlebih lagi, Alonso punya pengalaman bermain di Premier League sebagai pemain Liverpool pada 2004–2009. Ini menjadi modal pentingnya sebagai pelatih Chelsea untuk mengarungi kompetisi yang keras dengan persaingan ketat. 

5. Alvaro Arbeloa mengemban tugas sebagai pelatih Fulham

Alvaro Arbeloa mengikuti jejak Xabi Alonso ke Premier League mulai 2026/2027. Sebelumnya, Arbeloa merupakan suksesor Alonso ketika didepak dari kursi kepelatihan Real Madrid. Meski berstatus permanen, Arbeloa memilih pergi setelah berakhirnya musim 2025/2026.

Bisa dibilang, Arbeloa tak sematang Alonso soal pengalaman melatih. Sejak pensiun sebagai pemain pada 2017, ia melatih tim akademi Real Madrid dan baru mencicipi atmosfer di tim senior pada paruh kedua musim lalu. Namun, ia merasa pengalamannya sudah cukup. 

Arbeloa memutuskan untuk menerima pinangan Fulham untuk menggantikan Scott Parker yang hengkang. Arbeloa juga pernah berkarier sebagai pemain Liverpool (2007–2009) dan West Ham United (2016–2017). Menariknya, bentrokan Arbelo dan Alonso sebagai pelatih akan berpeluang sengit. Ini mengingat Fulham dan Chelsea merupakan seteru abadi sejak dulu. 

Para pelatih Spanyol di akan menunjukkan tajinya di Premier League 2026/2027. Sepeninggal Pep Guardiola yang ikonis bersama Manchester City, persaingan bakal terbuka bagi mereka untuk menduduki posisi teratas. Patut dinanti kiprah mereka pada musim baru Premier league.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.