KOMPAS.com - Dunia perwasitan sepak bola kehilangan salah satu figur ternamanya setelah pengumuman pensiun yang mengejutkan, dengan alasan besarnya tekanan yang harus dihadapi selama bertugas.
Perjalanan panjang selama dua dekade yang telah diukir oleh Anthony Taylor kini resmi berakhir.
Anthony Taylor telah memimpin total 831 laga profesional, di mana penampilan pamungkasnya terjadi saat laga sengit antara Spanyol melawan Portugal yang berakhir dengan skor 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 awal Juli lalu.
Sebelum dikenal luas sebagai pengadil lapangan, Anthony Taylor memiliki latar belakang sebagai petugas penjara.
Pria berusia 47 tahun itu merintis jalan di Liga Sepak Bola pada musim 2006-2007, lalu mendapat promosi ke Premier League pada 2010.
Selama memimpin 668 laga di Inggris, sang wasit tak menampik beratnya beban yang dipikul.
"Menjadi wasit di level elite merupakan sebuah hak istimewa yang luar biasa, tetapi tekanannya sangat besar dan pengawasannya terus-menerus," kata Taylor dikutip dari BBC Sport, Rabu (22/7/2026).
"Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mundur dan menantikan transisi ke babak selanjutnya dalam karier saya."
Jejak Internasional dan Domestik
Sepanjang kariernya, ia menghabiskan 14 tahun sebagai bagian dari korps ofisial pertandingan FIFA.
Pengalamannya di kancah global mencakup 163 pertandingan internasional.
Turnamen bergengsi seperti Kejuaraan Eropa (EURO 2020 dan 2024) menjadi panggung unjuk giginya, termasuk terpilih dalam jajaran ofisial Piala Dunia 2022, meski ia akhirnya urung memimpin laga puncak turnamen bergengsi tersebut akibat eskalasi politik antara Inggris dan Argentina.
Di kancah domestik, ia juga mencatat sejarah dengan memimpin laga puncak Piala FA pada tahun 2017 dan 2020.
Atas rentetan dedikasinya, Kepala Perwasitan Pro Ref, Howard Webb, memberikan apresiasi tertinggi.
"Anthony telah menjadi pelayan yang fantastis bagi olahraga ini selama bertahun-tahun, baik di dalam negeri maupun di panggung internasional," tambahnya.
Dia telah berulang kali dipercaya untuk memimpin pertandingan-pertandingan terbesar.