Embun Upas Rusak Tanaman, Kisah Petani Kentang Dieng Tetap Optimistis Sambut Musim Tanam Berikutnya

Embun Upas Rusak Tanaman, Kisah Petani Kentang Dieng Tetap Optimistis Sambut Musim Tanam Berikutnya

WONOSOBO, KOMPAS.com - Embun upas atau embun es dikenal sebagai salah satu ancaman terbesar bagi petani di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. 

Fenomena yang muncul setiap musim kemarau ini dapat merusak berbagai tanaman hortikultura, terutama kentang yang menjadi komoditas utama masyarakat setempat.

Namun, di balik risiko gagal panen yang mengintai, para petani Dieng justru memiliki keyakinan bahwa musim tanam setelah embun upas berakhir akan memberikan hasil yang lebih baik.

Hartanto, petani kentang di kawasan Dieng, mengatakan embun upas bukan lagi fenomena yang asing baginya. 

Selama puluhan tahun bertani, ia telah berkali-kali menghadapi suhu dingin ekstrem yang menyebabkan lapisan es menutupi lahan pertanian.

Menurut Hartanto, embun upas yang terjadi pada 2026 memang berdampak terhadap tanaman kentang, tetapi kondisinya belum separah peristiwa pada 2013.

"Pernah terjadi di Dieng pada 2013 yang mencapai minus 12 derajat Celsius. Parah sekali," kata Hartanto, dikutip dari Tribun Jateng, Senin (20/7/2026).

Ia mengingat saat itu embun es sudah mulai muncul sekitar pukul 22.00 WIB. 

Suhu yang terus menurun membuat daun tanaman membeku, bahkan air di dalam pipa paralon ikut membeku seperti kaca.

"Malam sudah keluar salju di lahan ini. Pokoknya sudah beku," ujarnya.

Embun Upas Bisa Merusak Tanaman

Fenomena embun upas kembali muncul sejak Juni dan masih terjadi hingga Juli 2026. 

Di lahan Hartanto, suhu sempat mencapai sekitar minus 6 derajat Celsius, sementara lapisan es di atas mulsa plastik diperkirakan mencapai ketebalan sekitar lima milimeter.

Hartanto menjelaskan, tingkat kerusakan tanaman sangat dipengaruhi kondisi bibit. Bibit yang masih kuat dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dibanding tanaman yang sudah tua.

"Kalau bibitnya masih atos (keras), Insya Allah masih bisa bertahan. Tapi kalau bibitnya sudah janggar atau tua, walaupun misalnya pakai jaring atau apa pelindung, tetap kena saja," katanya.

Selain kentang, tanaman cabai dan carica juga menjadi komoditas yang rentan terdampak embun upas. Sebaliknya, daun bawang, seledri, dan wortel dinilai lebih tahan sehingga sering dijadikan tanaman selingan selama musim dingin.