JEPARA, KOMPAS.com - PT Samwon Busana Indonesia memastikan pabrik garmennya di Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, akan menghentikan operasional mulai Agustus 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan terus mencatat kerugian sejak pandemi Covid-19 akibat permintaan pasar yang terus menurun.
HR Manager PT Samwon Busana Indonesia, Taufan Adi Susilo, mengatakan bahwa penurunan pesanan membuat berbagai langkah penyelamatan yang dilakukan perusahaan tidak mampu mempertahankan operasional pabrik di Jepara.
Kondisi tersebut akhirnya berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap seluruh karyawan yang masih bekerja.
Alasan PT Samwon Menutup Pabrik
Taufan menjelaskan pabrik di Jepara sebenarnya memiliki kapasitas hingga 4.000 pekerja.
Perusahaan tersebut juga pernah mempekerjakan 2.200 orang ketika mencapai puncak operasional.
Namun, kondisi berubah setelah pandemi Covid-19 menekan permintaan pasar ekspor.
Perusahaan berupaya mempertahankan usaha dengan memperkuat jaringan buyer dan melakukan efisiensi, tetapi hasilnya belum mampu mengangkat kinerja perusahaan.
"Karena kondisi permintaan orderan semakin turun, yang resign tidak ganti dan sudah ada upaya efisiensi karyawan agar bisa bertahan, namun nyatanya tidak bisa," ujar Taufan dikutip dari TribunJateng, Selasa (21/7/2026).
Ia menegaskan, penyebab utama PT Samwon Busana Indonesia di Jepara tutup murni karena permintaan produk yang anjlok hingga sekitar 30 persen sehingga perusahaan terus mengalami kerugian. Bahkan, sebagian buyer menghentikan pemesanan.
Manajemen juga sempat mencoba mengembangkan produk baru berupa kemeja perempuan melalui piloting project di pabrik Semarang. Upaya itu tidak berhasil sehingga tidak dapat diterapkan untuk menopang operasional di Jepara.
"Alasan mengapa PT Samwon tutup, karena pasca Covid-19 sampai sekarang, kami mengalami kerugian terus-menerus," jelas Taufan.
"Untuk karyawan memang tidak bisa dihindari harus ambil langkah PHK. Untuk perusahaan di Semarang saat ini masih aman," tambahnya.
Hak Karyawan Tetap Dipenuhi
Saat ini, perusahaan masih mempekerjakan sekitar 680 karyawan untuk menyelesaikan seluruh pesanan hingga akhir Juli 2026.
Operasional pabrik dijadwalkan berakhir pada 31 Juli sebelum resmi berhenti pada awal Agustus.