Ruben Onsu Gelontorkan Rp 11 M untuk Renovasi Rumah, Eks Manajer: Bentuk dari Tanggung Jawab

Ruben Onsu Gelontorkan Rp 11 M untuk Renovasi Rumah, Eks Manajer: Bentuk dari Tanggung Jawab

Grid.

ID – Di balik kemegahan rumah mewah di kawasan Cilandak yang kerap menjadi latar konten Sarwendah, terungkap fakta mengejutkan. Demi mewujudkan hunian impian Sarwendah, Ruben rela menggelontorkan dana hingga Rp 11 miliar untuk renovasi, yang sebagian besar didapat dari pinjaman bank.

Menanggapi hal ini, Nanda Persada selaku sahabat sekaligus mantan manajer Ruben Onsu, angkat bicara. Baginya, langkah besar yang diambil Ruben adalah bukti nyata dedikasi seorang kepala keluarga yang sangat bertanggung jawab.

Bukti Cinta dan Tanggung Jawab

Nanda Persada mengaku tidak terkejut dengan totalitas Ruben untuk keluarganya, meski ia menyayangkan jika pengorbanan tersebut kini justru dipandang negatif.

"Ini bukti bahwa seorang Ruben Onsu orang yang sangat perhatian. Mungkin dia lakukan itu terutama sebagai bentuk tanggung jawab terhadap Wendah dan anak-anak. Itu mestinya dihargainlah," ujar Nanda Persada saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

Nanda Persada di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Nanda Persada di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

Grid.

ID/Ulfa Lutfia

Nanda menambahkan bahwa mencari uang sebesar itu, apalagi di tengah kondisi ekonomi saat ini, bukanlah perkara mudah.

"Enggak gampang mencari uang sebesar itu sebagai bentuk tanggung jawab, terus juga mendapatkan banyak masalah yang tidak nyaman buat Ruben pastinya," imbuhnya.

Sertifikat Rumah "Disekolahkan" demi Biaya Renovasi

Berdasarkan keterangan kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, rumah di Cilandak tersebut awalnya bangunan tua. Niat awal Ruben bukanlah renovasi besar-besaran, namun ia akhirnya luluh demi menuruti keinginan Sarwendah.

Demi mendapatkan biaya fantastis sebesar Rp 11 miliar, Ruben nekat menjaminkan sertifikat rumahnya ke bank (KPR).

PROMOTED CONTENT

"Untuk kepentingan renovasi itu, sertifikat rumah 'disekolahkan' ke bank. Nilai pinjamannya hampir Rp 10,5 miliar," ungkap Minola Sebayang.

Hingga saat ini, Ruben masih memikul beban cicilan sebesar Rp 379 juta setiap bulannya. Bahkan, biaya pembangunan tersebut dibayarkan Ruben secara bertahap kepada kontraktor yang merupakan keluarga Sarwendah sendiri, yakni almarhum ayah mertuanya, Hendrik Lo.

Fakta bahwa kontraktor renovasi adalah keluarga Sarwendah juga disoroti oleh Nanda Persada. Menurutnya, hal itu menunjukkan betapa Ruben sangat menghargai keluarga istrinya.

"Ruben kan punya relasi yang luas, bisa saja pakai kontraktor lain. Tapi ketika dilakukan oleh orang tua dari Wendah, berarti Ruben sangat respek. Dia orang yang enggak ribet sebenarnya," kata Nanda.

Kecewa dengan Framing Negatif

Sayangnya, pengorbanan Ruben kini justru menuai polemik. Pihak Sarwendah sempat memberikan kesan bahwa Ruben tidak bertanggung jawab karena masalah cicilan. Padahal, menurut Minola, Ruben merasa lelah karena tidak adanya transparansi penggunaan dana bulanan, termasuk tagihan plastik sampah yang mencapai Rp 9 juta.

Karena situasi yang tak lagi kondusif, Ruben Onsu kini mendesak agar rumah tersebut dijual dan hasilnya dibagi dua secara adil.

"Ruben maunya rumah itu dijual saja, hasilnya bagi dua. Jangan seolah-olah diklaim itu hasil jerih payah sendiri, padahal hampir seluruh biaya pembangunannya adalah hasil kerja keras dan pinjaman atas nama Ruben," tegas Minola Sebayang.

Nanda Persada pun berharap agar publik melihat secara jernih perjuangan Ruben.

"Ruben itu pekerja keras. Dari awal suatu yang niatnya baik mestinya diapresiasi," tutup Nanda. (*)

PROMOTED CONTENT