Pasokan Bio Solar Dipangkas Separuhnya, Antrean Truk di SPBU Bengkulu Sepanjang Ratusan Meter

Pasokan Bio Solar Dipangkas Separuhnya, Antrean Truk di SPBU Bengkulu Sepanjang Ratusan Meter

BENGKULU, KOMPAS.com - Antrean kendaraan angkutan barang terpantau memanjang ratusan meter di SPBU Kelobak, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, dalam dua hari terakhir, Jumat (17/7/2026).

Sebagian besar antrean panjang didominasi oleh kendaraan bermesin solar yang hendak mengisi bio solar.

Pengawas SPBU Kelobak Kepahiang, Fuji, membenarkan kondisi antrean panjang yang terjadi di SPBU sudah berlangsung dua hari. Antrean kata dia disebabkan berkurangnya pasokan solar yang biasa diterima SPBU tersebut.

"Antrean Bio Solar di SPBU Kelobak memang kelihatan agak ramai, panjangnya sekitar beberapa ratus meter. Antrean panjang ini sudah berlangsung sekitar dua harian ini," kata Fuji di lokasi.

Ia menyebutkan kebutuhan pasokan bio solar harian di SPBU Kelobak biasanya sebanyak 16 ton per hari. Namun dalam dua hari terakhir, pasokan yang diterima hanya sekitar 8 ton per hari atau setengah dari kebutuhan yang diajukan.

"Karena dua hari ini pasokan BBM jenis Bio Solar yang masuk cuma delapan ton. Sementara pesanan kita 16 ton per harinya," jelas Fuji.

Ia menjelaskan tidak mengetahui mengapa stok harian yang biasanya 16 ton namun berkurang menjadi 8 ton per hari.

"Saya tidak tahu mengapa berkurangnya," ungkap Fuji.

Meski terjadi antrean pada BBM jenis bio solar, Fuji memastikan pasokan BBM lainnya masih dalam kondisi normal dan tidak mengalami kendala.

"Untuk Pertalite dan Pertamax masih dalam kondisi lancar dan normal," pungkas Fuji.

Sementara itu, Ali, salah seorang pengemudi truk angkutan barang lintas sumatera mengatakan ia terpaksa menginapkan truk angkutannya di SPBU agar mendapatkan bio solar.

"Malam tadi saya inapkan truk di SPBU dalam antrean agar siang ini dapat bio solar. Susah betul mendapatkan BBM sementara tenggat waktu antar barang harus segera tiba," keluh Ali.

Tidak ada klarifikasi resmi dari Pertamina akan kondisi ini. Beberapa kali kompas.com meminta klarifikasi dari pertamina mengenai antrean mengular namun belum mendapatkan jawaban dari pertamina.

Salah seorang pengemudi truk angkutan barang lintas Sumatera, Ali, mengatakan ia terpaksa menginapkan truk angkutannya di SPBU agar mendapatkan bio solar.

"Malam tadi saya inapkan truk di SPBU dalam antrean agar siang ini dapat bio solar. Susah betul mendapatkan BBM sementara tenggat waktu antar barang harus segera tiba," keluh Ali.