Menhan AS Wajibkan Tes Testosteron bagi Prajurit Usia 30 Tahun ke Atas

Menhan AS Wajibkan Tes Testosteron bagi Prajurit Usia 30 Tahun ke Atas

Jakarta, IDN Times – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, mengumumkan program pemeriksaan kadar testosteron tahunan bagi seluruh personel militer berusia 30 tahun ke atas. Kebijakan yang diumumkan pada Rabu (15/7/2026) itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan tempur prajurit AS.

Program tersebut akan dimasukkan ke dalam pemeriksaan kesehatan rutin tahunan yang selama ini wajib diikuti oleh personel militer berusia 30 tahun ke atas. Sementara itu, prajurit yang berusia di bawah 30 tahun dapat mengikuti pemeriksaan tersebut secara sukarela. Prajurit yang diketahui memiliki kadar testosteron rendah akan ditawari terapi penggantian hormon secara sukarela.

Dilansir NBC News, Hegseth mengatakan kebijakan itu merupakan bentuk investasi terhadap prajurit sebagai kekuatan utama militer AS. Menurutnya, mempertahankan keunggulan para prajurit merupakan tugas suci. Pihaknya terus mencari cara untuk meningkatkan kesehatan dan performa personel militer.

Program tersebut menjadi bagian dari serangkaian kebijakan Hegseth yang berfokus pada peningkatan standar fisik dan penerapan etos prajurit di lingkungan militer. Pada September lalu, Menhan AS itu menyatakan bahwa tidak akan ada lagi prajurit berjenggot dan pasukan gemuk seraya meluncurkan serangkaian arahan tentang kebugaran dan penampilan.

tentara AS di pangkalan militer Al Udeid, Qatar. (Chairman of the Joint Chiefs of Staff from Washington D.C, United States, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.