Koalisi Buruh Kini Punya Kantor, Andi Gani: Ini Sejarah Luar Biasa

Koalisi Buruh Kini Punya Kantor, Andi Gani: Ini Sejarah Luar Biasa

JAKARTA, KOMPAS.com - Koalisi Buruh Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) kini memiliki sekretariat bersama yang diresmikan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pada Jumat (24/7/2026)

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan, hadirnya kantor yang beralamat di Jalan Asem Baris Raya, Tebet, Jakarta Selatan ini, merupakan sejarah baru bagi perjuangan buruh Indonesia.

"Hari ini adalah sejarah luar biasa. Kekuatan buruh 90 persen ada di sini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pergerakan buruh Indonesia, kita mendirikan sekretariat bersama sebagai simbol persatuan perjuangan buruh," kata Andi Gani.

Ia mengatakan, sekretariat bersama dibentuk untuk memperkuat konsolidasi gerakan buruh, terutama dalam mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan dan berbagai isu ketenagakerjaan lainnya.

Menurut Andi Gani, seluruh konfederasi yang tergabung dalam koalisi sepakat mengesampingkan ego organisasi demi memperjuangkan kepentingan pekerja secara bersama-sama.

"Kami memiliki kesadaran yang sangat tinggi bahwa kalau tidak bersatu, kami pasti kalah. Karena itu seluruh konfederasi sepakat membuang ego organisasi dan bersatu dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia," ucap dia.

Andi Gani menambahkan, sekretariat bersama akan beroperasi selama 24 jam sebagai pusat koordinasi, komunikasi, dan konsultasi bagi seluruh konfederasi dan federasi yang tergabung dalam KBPBI.

Andi Gani mengungkapkan, koalisi juga telah merampungkan draf usulan RUU Ketenagakerjaan setelah dibahas secara intensif selama lima hari oleh tim perumus yang melibatkan seluruh unsur konfederasi.

"Awalnya dijadwalkan tiga hari, kemudian bertambah menjadi lima hari karena begitu banyak hal yang harus dibahas. Tim perumus bekerja sangat keras hingga akhirnya menghasilkan satu draf usulan yang mewakili sekitar 90 persen kekuatan buruh Indonesia," ungkap dia.

Draf tersebut rencananya akan diserahkan kepada pimpinan DPR RI pada Kamis atau Jumat pekan depan sebagai masukan dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.

"Kami akan menyerahkan draf usulan Undang-Undang Ketenagakerjaan kepada pimpinan DPR RI sebagai bentuk partisipasi buruh dalam proses penyusunan regulasi yang lebih adil bagi pekerja," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Gani juga mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang dinilainya memiliki hubungan baik dengan gerakan buruh sejak menjabat sebagai Kabareskrim.

Ia juga menilai pembentukan Desk Ketenagakerjaan Polri telah membantu penyelesaian berbagai persoalan hukum yang berkaitan dengan hak-hak pekerja.

Menurut Andi Gani, hingga kini desk tersebut telah menyelesaikan 97 perkara dengan nilai pengembalian hak pekerja mencapai ratusan miliar rupiah.

"Kami berharap kerja sama dengan jajaran Polri di daerah juga semakin ditingkatkan agar dapat terus melayani teman-teman serikat pekerja," ucapnya.

Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia beranggotakan sejumlah konfederasi besar, di antaranya KSPSI AGN, KSPSI pimpinan Jumhur Hidayat, KSPSI pimpinan Yorrys Raweyai, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Sejahtera Indonesia (KSPSI), Konfederasi KASBI, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Konfederasi Aspek Indonesia, dan Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang