Changan berencana menjual 15 model kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Jumlah itu lebih banyak dari rencana yang disampaikan produsen asal China tersebut saat resmi masuk pasar Tanah Air pada November 2025, yakni lima model baru dalam tiga tahun.
Rencana terbaru disampaikan Wakil Presiden Changan Auto Asia Tenggara Zhou Qing di Jakarta, Selasa (21/7), saat pengumuman harga resmi S07. Berbeda dari rencana sebelumnya, angka 15 model itu tidak disertai tenggat waktu.
"Ke depan, Changan akan memperluas jajaran produknya melalui peluncuran 15 model baru yang mencakup berbagai teknologi elektrifikasi," ujarnya.
Ke-15 model tersebut direncanakan mencakup empat teknologi sekaligus, yakni Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Range Extended Electric Vehicle (REEV).
HEV dan PHEV belum pernah ditawarkan Changan di Indonesia. Sejauh ini merek itu hanya menjual model berteknologi BEV dan REEV.
Changan belum menyampaikan jadwal peluncuran maupun spesifikasi model-model yang direncanakan tersebut.
Peluncuran Lumin, Deepal S07, dan Deepal S05 disebut Zhou sebagai langkah awal Changan mengembangkan bisnis di Indonesia. Perusahaan ingin berekspansi secara bertahap dengan menawarkan beragam teknologi elektrifikasi untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
Harga Deepal S05
Deepal S05, model ketiga Changan di Indonesia, resmi diumumkan harganya pada hari yang sama. SUV ini dijual dalam tiga varian dengan dua jenis penggerak.
Changan menetapkan harga khusus selama masa peluncuran, yaitu BEV Plus Rp509 juta, BEV Max Rp539 juta, dan REEV Max Rp599 juta. Harga normal ketiganya berturut-turut Rp529 juta, Rp559 juta, dan Rp619 juta.
"Harga ini berlaku untuk 500 konsumen pertama," kata CEO Changan Indonesia Setiawan Surya saat peluncuran di Jakarta.
Pemesanan Deepal S05 sudah dibuka sejak Juni dengan estimasi harga Rp500 jutaan. Setiawan mengungkap sekitar 300 konsumen telah melakukan pemesanan.
Distribusi kendaraan direncanakan mulai awal Agustus.
Pasokan impor
Berbeda dari Lumin dan Deepal S07 yang sudah diproduksi lokal, pasokan Deepal S05 diimpor dari Thailand. Setiawan menyebut skema impor dipakai untuk mengejar penjualan, dan tidak menutup kemungkinan model itu diproduksi di dalam negeri.
Varian BEV mengandalkan baterai 68,8 kWh dengan jarak tempuh hingga 470 km berdasarkan standar pengujian New European Driving Cycle (NEDC). Tenaga maksimumnya 200 kW dengan torsi 290 Nm.
Adapun varian REEV memadukan baterai 27,28 kWh dan mesin bensin 1.500 cc yang berfungsi sebagai generator. Tenaganya 160 kW dengan torsi 320 Nm, sementara jarak tempuh mode listrik murni mencapai 170 km (NEDC).
Changan mengeklaim kombinasi tersebut sanggup menempuh lebih dari 1.100 km. Perusahaan tidak menyebut standar pengujian untuk angka jelajah gabungan itu.
(fea)