7 Bintang Kejutan di Piala Dunia 2026: Dari Vozinha hingga Djed Spence

7 Bintang Kejutan di Piala Dunia 2026: Dari Vozinha hingga Djed Spence

KOMPAS.com - Ajang Piala Dunia 2026 tidak melulu berpusat pada deretan nama besar yang sudah mendunia.

Tentu, jutaan pasang mata selalu menantikan aksi megabintang semacam Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, hingga Kylian Mbappe, yang kini disusul oleh partisipasi perdana Erling Haaland di pentas Piala Dunia 2026.

Akan tetapi, pesona Piala Dunia 2026 sesungguhnya lebih dari sekadar nama-nama populer tersebut.

Ada banyak kisah menarik dari para pemain yang datang tanpa sorotan, tetapi pulang dengan reputasi yang baik.

Piala Dunia 2026 terbukti sukses mendongkrak karier sejumlah pesepak bola dari berbagai belahan dunia saat mereka berjibaku membela panji negara masing-masing demi supremasi tertinggi.

Melansir dari SI, berikut adalah tujuh bintang kejutan dalam gelaran Piala Dunia 2026:

1. Vozinha

Jika ada pemain yang mengalami lonjakan karier di usia 40 tahun, Vozinha adalah buktinya.

Penjaga gawang Cape Verde ini sebelumnya jauh dari ingar-bingar sepak bola elite dan hanya merumput di kasta kedua Liga Portugal selama dua musim terakhir.

Hebatnya, ia sukses menyita perhatian dunia setelah tampil solid menahan imbang juara bertahan Spanyol di laga pembuka, yang membawa timnya lolos tak terkalahkan dari fase awal.

Performanya kian mengilap dengan catatan tanpa kebobolan saat bersua Arab Saudi, disusul delapan penyelamatan krusial kontra Argentina di babak 32 besar yang memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

Kini, rumor kepindahannya mulai berembus kencang, termasuk potensi merapat ke Inter Miami, meski statusnya saat ini masih bebas transfer.

2. Johan Manzambi

Berbekal musim yang impresif bersama Freiburg pada 2025–26, gelandang Swiss Johan Manzambi semakin tak terbendung di turnamen ini.

Berkat performa gemilangnya, Aston Villa dilaporkan langsung berniat menebus pemuda 20 tahun itu dengan nilai fantastis sekitar 70 juta euro atau setara Rp 1,4 triliun.

Selain Villa, Newcastle United juga sempat membidiknya, yang mungkin dipengaruhi oleh pertemuannya dengan Villa di final Liga Europa 2026.

Bintang muda ini sukses menyarangkan lima gol serta mencetak lima assist, mengantarkan Swiss melenggang mulus dari fase grup dan memenangi laga sistem gugur untuk kali pertama sejak 1938.