JAYAPURA, KOMPAS.com – Tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Papua Nugini berinisial JH (33), yang kedapatan membawa 1,6 kilogram (kg) ganja siap edar di Kota Jayapura.
Pelaku diamankan pada Kamis, 25 Juni 2026 malam, setelah Polisi menerima laporan adanya seorang pria mencurigakan yang diduga baru masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur laut di Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara.
Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota, AKP Febry V. Pardede, mengatakan bahwa anggotanya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan pelaku saat berjalan kaki menuju arah Kota Jayapura.
"Pelaku kemudian digeledah dan dari penggeledahan ditemukan 62 bungkus paket ganja dengan berat mencapai 1,6 kilogram," ujar AKP Febry saat konferensi pers di Mapolresta Jayapura Kota, Jumat (26/6/2026).
Selain ganja, Polisi juga menyita satu tas ransel hitam, satu tas belanja berwarna biru, serta dua plastik bening berukuran besar yang digunakan untuk membawa barang haram tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, JH mengaku bahwa dia membawa ganja dari Papua Nugini melalui jalur laut untuk diedarkan di Kota Jayapura.
"Pengakuan pelaku, ganja tersebut dibawa dari Papua Nugini dan akan diedarkan di Kota Jayapura dengan harga Rp 500.000 per bungkus," ungkap Febry.
Dia menambahkan, penyidik akan berkoordinasi dengan Konsulat Papua Nugini untuk menghadirkan penerjemah selama proses penyidikan karena tersangka merupakan warga negara asing.
Kemudian, hasil penelusuran sementara menunjukkan tersangka belum memiliki riwayat tindak pidana serupa.
Meski demikian, Polisi masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika lintas negara yang melibatkan pelaku.
Atas perbuatannya, JH telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 111 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat lima tahun hingga pidana penjara seumur hidup.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang