SIKKA, KOMPAS.com - Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menanggapi kasus oknum polisi yang diduga meminta uang tebusan puluhan juta kepada seorang pengecer bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Koordinator TPDI NTT, Meridian Dewanta meminta Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno responsif terhadap setiap laporan atau pengaduan masyarakat terkait adanya dugaan perbuatan tercela yang dilakukan oleh oknum anggota.
"Kasus tersebut harus diusut tuntas tanpa pandang bulu sesuai mekanisme hukum yang berlaku," ujar Meridian saat dihubungi, Jumat (26/6/2026).
Menurut dia, proses penyelidikan harus objektif. Tidak boleh ada bukti yang sengaja dihilangkan demi melindungi oknum polisi tertentu.
Selain itu, aparat yang saat ini sedang menyelidiki kasus dugaan pemerasan tersebut harus profesional.
Meridian juga menegaskan bahwa Kapolres Sikka harus memberi jaminan agar tidak ada upaya untuk mempengaruhi dan menakut-nakuti korban.
"Harus ada perlindungan yang signifikan bagi korban dugaan pemerasan untuk berani bersuara semakin lantang guna membongkar kasus pemerasan yang dialaminya," tandasnya.
Sedang ditangani Propam
Diberitakan sebelumnya, dugaan permintaan uang tebusan itu terjadi setelah seorang pengecer BBM di wilayah Wuring diamankan aparat.
Pengecer itu diketahui menjual kembali BBM jenis pertalite yang sebelumnya dibeli dari salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Setelah diamankan, muncul dugaan adanya permintaan uang tebusan dengan nominal puluhan juta rupiah.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga mengatakan, unit profesi dan pengamanan (propam) sedang menyelidiki informasi tersebut.
"Informasi dugaan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Propam Polres Sikka," ujar Leonardus dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Leonardus melanjutkan, Satuan Reskrim Polres Sikka juga sedang melakukan penyelidikan kasus yang sama.
Mereka sedang mendalami para pihak yang mengatasnamakan polisi untuk meminta sejumlah uang tebusan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang