Banda Aceh, Beritasatu.com - Pemerintah Aceh mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera merekonstruksi empat jembatan gantung yang rusak akibat banjir. Desakan itu dikemukakan setelah viral video yang memperlihatkan siswa dan guru di Kabupaten Gayo Lues mempertaruhkan nyawa dengan menyeberangi sungai menggunakan tali demi bisa menuju sekolah.
Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, atas arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), saat menerima Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Muhammad Dirhamsyah, di ruang kerja Sekda Aceh, Selasa (28/7/2026).
"Kami mendesak BNPB agar empat jembatan vital ini segera dibangun kembali. Penanganan ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan anak-anak sekolah dan keberlangsungan roda ekonomi masyarakat," kata M Nasir.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama adalah jembatan di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Sejak jembatan gantung di wilayah itu rusak diterjang banjir, para siswa dan guru terpaksa menyeberangi sungai melalui sisa-sisa konstruksi jembatan dengan berpegangan pada tali. Kondisi tersebut menjadi sorotan publik setelah videonya beredar luas di media sosial.
Selain Jembatan Desa Kendawi, Pemerintah Aceh juga mengusulkan rekonstruksi Jembatan Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Jembatan Gantung Lhok Kuyun di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, serta Jembatan Gantung Penghubung yang menghubungkan Kecamatan Syamtalira Aron dengan Kecamatan Samudera di Kabupaten Aceh Utara.
Menurut M Nasir, keempat jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung aktivitas masyarakat, termasuk akses pendidikan, layanan publik, dan distribusi ekonomi. Karena itu, Pemerintah Aceh berharap pemerintah pusat melalui BNPB dapat mempercepat proses rekonstruksi beserta alokasi anggaran penanganan pascabencana.
"Pemerintah Aceh berharap pemerintah pusat melalui BNPB dapat memberikan perhatian khusus dan mempercepat alokasi anggaran penanganan pascabencana, sehingga proses belajar-mengajar dan mobilitas masyarakat dapat kembali normal," ujarnya.
Menanggapi usulan tersebut, unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Muhammad Dirhamsyah, menyatakan komitmennya untuk mengawal percepatan pembangunan empat jembatan tersebut di tingkat pusat.
Ia menegaskan, pemulihan konektivitas antarwilayah yang terputus akibat bencana harus menjadi prioritas agar aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat dapat segera pulih.
"Kami telah mencatat seluruh usulan prioritas ini dan siap menyampaikannya secara langsung kepada kepala BNPB pusat," kata Dirhamsyah.