Kemarau Ekstrem, 7 Daerah di Banten Terdampak Kekeringan

Kemarau Ekstrem, 7 Daerah di Banten Terdampak Kekeringan

Tangerang, Beritasatu.com - Sebanyak tujuh kota/kabupaten di Banten mengalami kekeringan imbas kemarau ekstrem atau fenomena El Nino Godzilla yang saat ini sedang terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten pun diterjunkan untuk mendistribusikan bantuan air bersih bagi warga di wilayah terdampak.

Pantauan Beritasatu.com di Kampung Cangkring, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang pada Selasa (28/7/2026) sore, puluhan warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih yang dikirim BPBD Banten.

Meski harus mengantre lama, warga terlihat antusias lantaran sumber air di rumah mereka sudah mulai tidak mengeluarkan air. Tidak adanya sumber air bersih membuat mereka hanya mengandalkan bantuan air bersih.

"Kekeringan sudah hampir empat bulan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih kadang minta air ke tetangga yang mesin pompanya masih keluar air," ujar Ina sulastri.

Ina mengaku terkadang harus membeli air bersih untuk kebutuhan memasak dan konsumsi sehari-hari. Kondisi tersebut membuat kebutuhan rumah tangga meningkat karena warga harus mengeluarkan biaya tambahan.

"Sehari itu butuh air 10 galon air mineral. Satu galon air dibeli Rp 7.000, jadi sehari Rp 70.000. Kalau sebulan lumayan biayanya buat air aja," ungkapnya.

140 Titik Kekeringan

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan dari tujuh daerah yang terdampak, total ada 140 titik yang tersebar di Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang. Sementara Kota Tangerang belum dilaporkan terdampak kekeringan. 

"Terdampaknya 140 titik se-Provinsi Banten, di luar Kota Tangerang," kata Andra di Tangerang.

Menurutnya, fenomena kemarau yang terjadi saat ini diprediksi merupakan yang terpanjang dalam beberapa tahun terakhir sehingga menimbulkan potensi kekeringan skala besar.

Atas hal itu, Andra meminta agar seluruh pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk menyalurkan air bersih terhadap warga terdampak sebagai penanganan jangka pendek.

Ada pun penanganan jangka panjang yang akan dilakukan yakni, Pemerintah Provinsi Banten akan membangun sejumlah sumur bor di wilayah rawan kekeringan dengan kedalaman tertentu untuk dijadikan sumber air bersih bagi warga terdampak.

"Kita harus minta kepada seluruh aparat untuk sama-sama memantau, sama-sama menindaklanjuti setiap kekeringan yang ada agar masyarakat bisa mendapatkan minimal pertama adalah untuk kebutuhan air minum," jelasnya.

Saat ini, kata Andra, rencana pembuatan sumur bor itu saat ini tengah dikaji oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). "Kita juga sedang berupaya untuk menemukan, untuk meneliti melalui ESDM kedalaman dan akan membuat sumur," jelas Andra.

Kekeringan

Kekeringan di Banten

Air Bersih