Bintang Inggris Membangkitkan Kenangan Tahun 1986
Pada salah satu malam paling gemilang dalam karier internasionalnya, Jude Bellingham mengubah Stadion Azteca menjadi panggung khusus bagi kreativitasnya, setelah memimpin timnas Inggris meraih awal yang gemilang melawan Meksiko dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026, serta mencetak serangkaian rekor bersejarah yang menempatkannya sejajar dengan para bintang terbesar dalam dunia sepak bola, terutama legenda Argentina, Diego Maradona.
Bellingham mencatatkan namanya dengan tinta emas dalam sejarah Piala Dunia, setelah mencetak dua gol ke gawang timnas Meksiko di Stadion Azteca, dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Menurut jaringan statistik “Opta”, Jude Bellingham menjadi pemain pertama yang mencetak dua gol dalam satu pertandingan di Stadion Azteca pada ajang Piala Dunia sejak legenda Argentina Diego Maradona, yang melakukannya di semifinal edisi 1986 melawan Belgia, dengan catatan bahwa selisih waktu antara kedua gol bintang Inggris tersebut tidak melebihi 98 detik.
Akun "Mr. Sheph", yang berspesialisasi dalam statistik, mencatat bahwa Bellingham mencetak kedua golnya hanya dalam waktu 98 detik, sehingga mencatatkan brace tercepat ketiga dalam sejarah putaran final Piala Dunia, di belakang pemain Jerman Toni Kroos yang mencetak dua gol dalam waktu satu menit dan 10 detik melawan Brasil pada Piala Dunia 2014, dan pemain Prancis Kylian Mbappé yang mencetak dua gol dalam waktu satu menit dan 35 detik saat melawan Argentina di final edisi 2022.
Jaringan statistik “Squawka” juga menegaskan bahwa Bellingham telah menambah koleksi golnya menjadi lima gol bersama timnas Inggris di putaran final Piala Dunia, sehingga melampaui rekor Michael Owen dan Sir Bobby Charlton, yang masing-masing hanya mencetak empat gol di turnamen tersebut.
Sementara itu, jaringan “Stats Foot” dari Prancis menyebutkan bahwa Bellingham menjadi pemain Inggris kedua yang mencetak dua gol dalam satu pertandingan di babak 16 besar Piala Dunia, setelah Gary Lineker yang mencatatkan prestasi ini saat melawan Paraguay pada 18 Juni 1986.