KOMPAS.com - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic resmi meluncurkan Claude Science pekan ini.
Sesuai namanya, ini merupakan produk AI terbaru yang dirancang khusus untuk membantu kegiatan sains dan penelitian ilmiah, terutama di bidang biologi dan pengembangan obat.
Claude Science diposisikan sebagai salah satu produk utama Anthropic, sejajar dengan Claude Code yang ditujukan untuk pemrograman atau Claude Cowork untuk manajemen kerja secara general.
Bedanya, Claude Science difokuskan untuk mendukung pekerjaan para ilmuwan di laboratorium maupun penelitian berbasis komputasi.
Head of Life Sciences Anthropic, Eric Kauderer-Abrams, mengatakan peluncuran Claude Science menjadi bukti bahwa perusahaan memandang riset ilmiah sebagai salah satu fokus pengembangan AI.
"Ini penting karena kesempatan terbesar AI untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi manusia ada di bidang ilmu hayati (life sciences)," ujar Kauderer-Abrams dalam sebuah pernyataan.
Bisa menjalankan penelitian secara mandiri
Anthropic menyebut Claude Science tidak hanya berfungsi sebagai chatbot yang mahir menjawab berbagai pertanyaan seputar sains.
AI ini dirancang sebagai AI agent (agen AI), sehingga dapat menjalankan berbagai tugas penelitian secara mandiri setelah diberi instruksi singkat oleh pengguna.
Dengan aneka perintah atau prompt, Claude Science disebut mampu:
- menulis dan menjalankan kode untuk analisis ilmiah;
- mengelola pekerjaan komputasi pada klaster komputer (computer cluster);
- mengakses berbagai perangkat lunak dan basis data ilmiah;
- membantu analisis genetika, kimia, serta biologi protein;
- mendokumentasikan seluruh proses penelitian agar hasilnya mudah direproduksi dan diverifikasi.
Khusus reproduksi hasil, fitur ini dinilai penting karena memungkinkan peneliti melacak asal-usul setiap grafik, data, maupun hasil analisis.
Dengan begitu, hasil dari penelitian AI dapat lebih mudah diperiksa kembali keakuratannya.
Fokus pada pengembangan obat
Meski bisa digunakan untuk berbagai bidang penelitian, Claude Science difokuskan untuk biologi molekuler dan pengembangan obat.
Dalam demonstrasinya, Anthropic menunjukkan kemampuan Claude Science mengidentifikasi kandidat obat untuk fenilketonuria (PKU), penyakit genetik langka yang mengganggu kemampuan tubuh memecah asam amino fenilalanin.
Anthropic juga akan memakai Claude Science untuk riset internal guna mencari kandidat obat bagi berbagai penyakit langka dan neglected diseases. Langkah ini sekaligus menjadi ajang menguji kemampuan AI tersebut dalam penelitian dunia nyata.
Selain berpotensi mempercepat penemuan obat, Claude Science juga menyasar industri farmasi yang memiliki anggaran riset besar.
Adapun kerja sama dengan perusahaan farmasi ini dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi Anthropic, menjelang rencana penawaran saham (initial public offering/IPO) perdana perusahaan.
Untuk ketersediaan, Anthropic mengatakan Claude Science kini sudah bisa dipakai seluruh pelanggan berbayar Claude, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TechnologyReview, Senin (6/7/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang