Konsep open space semakin diminati karena mampu menciptakan hunian yang terasa lebih luas, terang, dan fleksibel. Dengan mengurangi penggunaan dinding permanen, setiap area dapat terhubung secara visual sehingga rumah terasa lebih lapang.
Namun, tantangan terbesar dari konsep ini adalah bagaimana membedakan fungsi setiap ruang tanpa membuatnya kehilangan kesan terbuka. Ternyata, kita tidak selalu membutuhkan sekat fisik untuk menciptakan batas antar area. Melalui penataan yang tepat, setiap zona tetap memiliki identitas dan fungsi yang jelas. Berikut lima trik yang bisa diterapkan.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.