TOP 5: Calon Manajer Kopdes Dihukum Fisik hingga Uya Kuya Gantikan Eko

TOP 5: Calon Manajer Kopdes Dihukum Fisik hingga Uya Kuya Gantikan Eko

Jakarta, IDN Times - TNI mengakui adanya hukuman fisik ringan bagi peserta latihan dasar militer Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang melanggar aturan, seperti push up, dengan tujuan menanamkan disiplin tanpa menyamakan dengan hukuman prajurit.

Selain artikel di atas, hampir sepanjang Sabtu (27/6/2026), pembaca IDN Times juga banyak menyoroti artikel terkait korban latihan dasar militer calon manajer Kopdes bertambah menjadi lima orang, jumlah korban tewas gempa Venezuela tembus 920 jiwa, Uya Kuya geser posisi jabatan rekan sejawatnya Eko Patrio di PAN, dan beberapa artikel menarik lainnya yang terangkum dalam #IndonesiaHariIni.

1. TNI akui ada hukuman fisik bagi peserta latsar Kopdes yang melanggar

TNI mengakui turut memberlakukan hukuman fisik kepada peserta Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) dalam latihan dasar (latsar) militer. Hukuman fisik diberikan kepada peserta yang kedapatan melanggar beberapa peraturan selama pendidikan. Contohnya, hukuman fisik diberikan jika peserta terlambat mengikuti apel pagi. Baca selengkapnya melalui tautan berikut ini.

2. Jokowi: Target PSI tak cuma masuk Senayan, kita bidik hasil besar

Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo atau Jokowi meminta seluruh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membangun mesin partai yang kuat hingga tingkat desa sebagai modal menghadapi Pemilu 2029. Jokowi menegaskan, target politik PSI pada Pemilu 2029 bukan sekadar lolos ke parlemen.

Menurutnya, peluang PSI untuk masuk Senayan cukup besar apabila seluruh struktur partai bekerja secara maksimal. Namun, ia menegaskan partainya memiliki target yang jauh lebih besar, meski tidak diungkapkan secara terbuka karena bersifat internal. Baca selengkapnya melalui tautan berikut ini.

3. Korban tewas calon manajer Kopdes Merah Putih jadi lima orang

Peserta latihan dasar (latsar) militer calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang meninggal dunia bertambah. Kini, ada lima orang yang dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (26/6/2025) malam. Kepala BPSDM Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan, korban kelima tersebut adalah Nola Dya Sari, peserta dari Satuan Pendidikan Dodik Bela Negara Kalimantan. Baca selengkapnya melalui tautan berikut ini.

4. Jumlah korban tewas gempa Venezuela tembus 920 jiwa

Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) terus meningkat. Pemerintah Venezuela melaporkan sedikitnya 920 orang meninggal dunia, sementara 3.360 orang lainnya mengalami luka-luka. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah wilayah yang luluh lantak, terutama di negara bagian La Guaira, kawasan yang mengalami kerusakan paling parah. Banyak warga dilaporkan masih hilang dan diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Baca selengkapnya melalui tautan berikut ini.

5. Alasan Zulhas pilih Uya Kuya jadi Ketua PAN Jakarta gantikan Eko Patrio

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi memastikan, Ketua Umum, Zulkifli Hasan melantik Surya Utama (Uya Kuya) menjadi Ketua DPW PAN DKI Jakarta, menggantikan Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio). Pelantikan digelar di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). Viva lantas menjelaskan tiga alasan utama penunjukkan Uya Kuya. Pertama, ia dianggap memiliki integritas kepribadian yang baik sebagai pejuang partai. Baca selengkapnya melalui tautan berikut ini.