PALANGKA RAYA, KOMPAS.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan proses pendaftaran di seluruh SMA dan SMK berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan, baik secara daring (online) maupun luring (offline).
Hari ini, Selasa (23/6/2026), merupakan hari kedua pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun pelajaran 2026/2027.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo mengungkapkan, pelaksanaan SPMB tahun ini dirancang fleksibel agar dapat mengakomodasi kondisi sekolah di berbagai wilayah Bumi Tambun Bungai, termasuk daerah dengan keterbatasan akses internet.
"SPMB tahun pelajaran 2026/2027 kami laksanakan dalam dua moda, yaitu online dan offline."
"Hal ini dilakukan agar seluruh calon murid memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti proses penerimaan sesuai kondisi wilayah masing-masing," ujar Reza saat diwawancarai di kantornya, Selasa (23/6/2026).
SPMB daring
Reza menjelaskan bahwa SPMB daring terdiri atas dua sistem, yakni online kerja sama dan online mandiri.
SPMB online kerja sama merupakan sistem layanan berbasis internet yang difasilitasi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan pihak ketiga.
Sistem ini memungkinkan seluruh proses penerimaan, mulai dari pendaftaran, verifikasi berkas, pemantauan hasil seleksi secara real-time hingga pengumuman kelulusan dilakukan secara digital.
"SPMB online kerja sama diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang berada di kawasan padat penduduk dan memiliki jumlah pendaftar yang tinggi. Tahun ini terdapat 82 sekolah yang menggunakan sistem tersebut, terdiri atas 56 SMA dan 26 SMK," jelasnya.
Sementara itu, sekolah yang memiliki jumlah pendaftar lebih sedikit dapat melaksanakan SPMB online mandiri menggunakan aplikasi sederhana yang dikelola secara mandiri oleh sekolah.
SPMB luring
Selain sistem daring, Disdik Kalteng juga tetap menerapkan moda luring bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet maupun jumlah pendaftar yang tidak terlalu banyak.
"Sekolah-sekolah yang berada di daerah dengan jumlah penduduk tidak padat, animo pendaftar yang tidak terlalu tinggi, serta akses internet yang belum memadai tetap dapat melaksanakan SPMB secara offline."
"Dengan demikian, tidak ada calon peserta didik yang kehilangan kesempatan hanya karena kendala jaringan," tegas Reza.
Dalam pelaksanaan SPMB offline, calon peserta didik melakukan pendaftaran secara langsung ke sekolah tujuan dengan mengisi formulir serta menyerahkan seluruh persyaratan administrasi yang telah ditentukan.
Untuk jenjang SMA, pendaftaran dilakukan sesuai wilayah domisili, sedangkan untuk SMK disesuaikan dengan kompetensi keahlian yang diminati.
Reza juga mengungkapkan, jumlah lulusan SMP, MTs dan Paket B di Kalimantan Tengah pada tahun ini mencapai 86.318 orang.
Karena itu, pihaknya telah menyiapkan sistem penerimaan yang diharapkan mampu melayani seluruh calon peserta didik secara optimal.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti seluruh tahapan SPMB sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku serta memastikan dokumen yang dipersyaratkan telah lengkap agar proses pendaftaran berjalan lancar," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang