KOMPAS.com - Menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar ponsel telah menjadi kebiasaan banyak orang, baik untuk bekerja, belajar, maupun hiburan.
Namun, jika setelah lama bermain HP dan timbul sakit kepala, kondisi tersebut bukan sekadar kebetulan. Penggunaan layar dalam waktu lama dapat memicu sakit kepala bahkan migrain pada sebagian orang.
Lantas, mengapa terlalu lama bermain HP bisa menyebabkan sakit kepala?
Mengapa terlalu lama bermain HP bikin sakit kepala?
Paparan cahaya layar dapat memicu migrain pada sebagian orang
Menurut dokter yang banyak meneliti sakit kepala Dr. Emad Estemalik dari Cleveland Clinic, waktu layar (screen time) merupakan salah satu pemicu migrain yang cukup umum, terutama pada orang yang memang punya riwayat migrain.
"Bagi banyak penderita migrain, waktu menatap layar menjadi salah satu pemicu yang sangat penting, di samping berbagai pemicu lain yang sudah mereka ketahui," ujar Dr. Estemalik, seperti dikutip dari Cleveland Clinic, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, banyak penderita migrain memiliki sensitivitas tinggi terhadap cahaya.
Ketika mata terus-menerus terpapar cahaya terang dari layar ponsel yang dipadukan dengan pencahayaan ruangan, otak dapat merespons dengan memunculkan serangan migrain.
Meski tidak semua sakit kepala adalah migrain, paparan layar yang terlalu lama tetap dapat menimbulkan rasa nyeri kepala akibat kelelahan visual.
Mata lelah dan postur tubuh yang buruk ikut memperparah keluhan
Dikutip dari Verywell Health, penggunaan ponsel dalam waktu lama dapat menyebabkan ketegangan pada mata (eye strain), nyeri leher, pusing, hingga sakit kepala.
Risiko ini meningkat seiring bertambahnya durasi penggunaan ponsel setiap hari.
Selain cahaya biru dari layar, posisi tubuh saat menggunakan HP juga berpengaruh. Kebiasaan menundukkan kepala dalam waktu lama memberi tekanan tambahan pada otot leher dan bahu.
Ketegangan otot tersebut kemudian dapat menjalar hingga kepala sehingga memicu nyeri.
Aktivitas lain seperti mengetik, bermain gim dalam waktu lama, atau terus menggenggam ponsel saat menelepon juga dapat memperburuk ketegangan pada tubuh.
Beri mata dan otak waktu beristirahat dari layar
Dr. Estemalik menyarankan agar pengguna rutin mengambil jeda ketika harus bekerja atau menggunakan perangkat digital dalam waktu lama. Namun, jeda tersebut sebaiknya benar-benar bebas dari layar.
Jangan mengganti komputer dengan ponsel saat sedang beristirahat. Sebaliknya, alihkan perhatian dari seluruh perangkat digital agar mata dan otak memiliki kesempatan untuk pulih.