JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mempertimbangkan pembangunan flyover di sejumlah titik baru untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di ibu kota.
Sejumlah lokasi yang masuk dalam daftar usulan antara lain kawasan Pejompongan, Universitas Pancasila, dan Bintaro.
Ketiga titik tersebut dinilai membutuhkan peningkatan kapasitas infrastruktur seiring tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, usulan pembangunan flyover di lokasi-lokasi tersebut telah disampaikan oleh Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo dan akan dibahas lebih lanjut sebelum diputuskan.
"Yang pertama, yang berkaitan dengan flyover yang belum dibangun, yang menjadi prioritas memang ada. Tadi Pak Kepala Dinas Bina Marga sudah melaporkan kepada saya, saya minta untuk secara resmi dilaporkan di rapat," kata Pramono saat meninjau pembangunan flyover Latumeten di Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).
Menurut Pramono, keputusan pembangunan flyover baru akan ditentukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan dampaknya terhadap pengurangan kemacetan.
"Nanti kami akan segera putuskan mana yang memang sudah menjadi kebutuhan, termasuk apakah yang di Pejompongan, Pancasila, ataukah yang di Bintaro," ujarnya.
Flyover Latumeten Masih Menjadi Prioritas
Meski telah menerima sejumlah usulan proyek baru, Pramono menegaskan fokus utama Pemprov DKI saat ini adalah menyelesaikan pembangunan Flyover Latumeten yang ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026.
Menurut dia, proyek tersebut menjadi prioritas karena berada di salah satu titik kemacetan yang selama ini sering dikeluhkan pengguna jalan.
"Ada, tapi yang paling prioritas sekarang ini memang di tempat ini, karena di tempat ini begitu menjadi kebutuhan," kata Pramono.
Flyover Latumeten dibangun untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Grogol, Pluit, Slipi, dan wilayah sekitarnya. Infrastruktur tersebut juga diharapkan menghilangkan hambatan akibat perlintasan sebidang kereta api yang selama ini menjadi salah satu penyebab antrean kendaraan.
Diproyeksikan Pangkas Waktu Tempuh
Setelah beroperasi, kendaraan dapat melintas di atas flyover tanpa harus menunggu buka-tutup perlintasan kereta api.
Pemprov DKI memperkirakan keberadaan Flyover Latumeten mampu memangkas waktu perjalanan pengguna jalan sekitar 10 hingga 15 menit, terutama pada jam-jam sibuk.
Saat ini progres pembangunan flyover tersebut telah mencapai 55,2 persen dengan nilai proyek sekitar Rp 259 miliar.
Pramono berharap pembangunan Flyover Latumeten dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Setelah proyek tersebut rampung, Pemprov DKI akan menentukan lokasi flyover berikutnya yang dinilai paling mendesak untuk dibangun sebagai bagian dari upaya mengurangi kemacetan di berbagai wilayah Jakarta.
(Reporter: Ruby Rachmadina)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.