Santri Masuk Istana Kepresidenan: Tak Sembarang Orang Bisa Masuk Sini

Santri Masuk Istana Kepresidenan: Tak Sembarang Orang Bisa Masuk Sini

JAKARTA, KOMPAS.com - Santri-santri masuk Istana Kepresidenan RI Jakarta dan mendapatkan kesan dari kunjungan ke kantor pusat pemerintahan negara ini.

Istana Kepresidenan Jakarta menerima kunjungan sejumlah santri dan pengajar Pondok Pesantren Qurrotu Nafsin dari Tangerang dalam program 'Istana untuk Anak Sekolah' pada Kamis (25/6/2026).

“Menurut saya ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi hidup saya karena tidak sembarang orang bisa masuk ke sini,” ungkap Kanza, salah satu santri, sebagaimana dimuat dalam keterangan Sekretariat Presiden.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan pihaknya sangat senang bisa menyambut 300 santri dan santriwati kelas 10-12 yang berlokasi di Kabupaten Tangerang tersebut.

"Melihat semangat dan rasa ingin tahu mereka menjadi kebahagiaan tersendiri. Selama berkeliling, mereka mengenal lebih dekat sejarah Istana, melihat berbagai koleksi bersejarah, serta belajar tentang pemerintahan dan perjalanan bangsa Indonesia," ujar Teddy dalam keterangan Setpres.

"Semoga kunjungan ini tidak hanya menjadi pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat belajar, dan keyakinan bahwa mereka adalah bagian dari masa depan Indonesia," sambungnya.

Santri asal Kabupaten Tangerang berkesempatan mengunjungi Istana, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Santri asal Kabupaten Tangerang berkesempatan mengunjungi Istana, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, para santri mengungkapkan antusiasme dan apresiasi atas kesempatan istimewa untuk melihat langsung Istana Kepresidenan Jakarta.

Selama kunjungan, para santri dan pengajar diajak berkeliling ke berbagai sudut kompleks Istana Kepresidenan Jakarta untuk mengenal lebih dekat sejarah bangsa, fungsi berbagai bangunan di lingkungan Istana, hingga koleksi benda-benda bersejarah yang tersimpan di dalamnya.

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang memperkaya wawasan sejarah dan kebangsaan para peserta.

Indana, santri lainnya yang mengikuti kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh banyak pelajaran berharga melalui pengalaman belajar langsung di Istana Kepresidenan.

“Sejauh perjalanan kami ini, kami mendapatkan pelajaran yang luar biasa dari Istana Merdeka ini. Dan kita mendapat pejalaran yang amat penting dan kita bisa mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat dan apa yang kita dapatkan di sini,” kata Indana.

Selain memperoleh pengetahuan baru, para santri juga mengaku terkesan dengan suasana dan bangunan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Zahira Rania dan Syifa, yang juga menjadi peserta dalam kegiatan tersebut mengungkapkan kekaguman mereka sejak pertama kali memasuki kawasan istana.

“Tadi pas masuk gerbangnya itu udah bagus banget, udah keren banget, view-nya bagus banget. Jadi, kita gak nyangka juga bakalan ada di sini,” jelas keduanya.

Kekaguman serupa juga disampaikan oleh Rafli. Ia menuturkan bahwa kunjungan tersebut membuat dirinya memahami bahwa kompleks Istana Kepresidenan tidak hanya terdiri atas bangunan istana utama, tetapi juga berbagai fasilitas dan lembaga pendukung pemerintahan.

“Alhamdulillah setelah kami mengelilingi Istana Presiden ternyata begitu banyak bangunan-bangunan yang berdiri begitu banyak bangunan yang tidak hanya terdiri dari Istana Presiden, tetapi banyak yang lain-lain seperti Sekretariat Militer, Wakil Presiden dan lain-lain serta kita menjadi mengetahui tupoksi jajaran para kabinet kerjanya seperti apa saja,” tutur Rafli.

Melihat manfaat yang dirasakan para pelajar, Ustazah Meilana Sahara, salah satu pengajar Pondok Pesantren Qurrotu Nafsin, berharap program ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak pelajar yang memperoleh kesempatan belajar langsung mengenal sejarah dan juga pemerintahan secara langsung di Istana Kepresienan.

“Harapan ke depannya mungkin terus berjalan dan berlanjut karena ini sangat mengedukasi kami, khususnya para pelajar dan lembaga pendidikan utamanya pesantren, mewakili pesantren, karena bisa melihat lebih dekat lagi bagaimana pemerintahan ini menjalani program-program,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app