Rusia Modif Drone Shahed Pakai Mesin Jet, Ukraina Siapkan Lawan

Rusia Modif Drone Shahed Pakai Mesin Jet, Ukraina Siapkan Lawan

MOSKWA, KOMPAS.com - Intensitas serangan drone kamikaze Shahed bermesin jet oleh Rusia di Ukraina memicu industri pertahanan bergerak cepat.

Sejumlah produsen pertahanan kini berlomba mengembuskan kecepatan baru pada drone pencegat (interceptor) mereka demi menandingi ancaman udara tersebut.

Dinamika ini menjadi sorotan utama dalam pameran kedirgantaraan internasional, Farnborough Airshow, Senin (20/7/2026).

Ancaman itu sendiri kian nyata setelah Rusia memodifikasi drone kamikaze berbiaya murah rancangan Iran tersebut.

Dengan menyematkan mesin jet, kecepatan Shahed melesat hingga 500 kilometer per jam, memungkinkannya menembus benteng pertahanan Ukraina lebih jauh hingga ke Kyiv.

Komandan senior Angkatan Udara Ukraina, Yuriy Cherevashenko, mengungkapkan bahwa porsi varian baru ini terus meningkat di medan tempur.

"Sekitar 15-20 persen Shahed yang dikerahkan Rusia kini bertenaga jet," ujar Cherevashenko.

Inovasi produsen pertahanan

Tentara Amerika Serikat membawa drone pencegat drone yang dinamai Merops, saat pengujian di Nowa Deba, Polandia, 18 November 2025. AS mendatangkan drone ini untuk melawan serbuan drone Shahed dalam perang Iran.
Tentara Amerika Serikat membawa drone pencegat drone yang dinamai Merops, saat pengujian di Nowa Deba, Polandia, 18 November 2025. AS mendatangkan drone ini untuk melawan serbuan drone Shahed dalam perang Iran.

Merespons tren tersebut, produsen drone asal Ukraina, SkyFall, meluncurkan pencegat teranyarnya yang diberi nama P1-SUN Jetkiller.

Sistem baru ini dirancang jauh lebih kencang dibanding pendahulunya yang sudah beroperasi di Ukraina sejak akhir tahun lalu.

Model P1-SUN Jetkiller diklaim sanggup melesat hingga 370 kilometer per jam, meningkat drastis dari model lama yang memiliki kecepatan maksimum 310 km/jam.

Juru bicara SkyFall menjelaskan kepada Reuters, riset dan pengembangan varian anyar ini telah berjalan sekitar tiga bulan.

Hasilnya pun diklaim telah teruji langsung di lapangan dengan menjatuhkan lebih dari selusin Shahed bertenaga jet.

Setelah uji coba tersebut, produksi massal Jetkiller ditargetkan mulai berjalan pada Agustus mendatang.

Adapun varian standar P1-SUN dilaporkan telah menghancurkan lebih dari 5.500 unit Shahed sejak November 2025.

Saat ini, kapasitas produksi P1-SUN reguler telah mencapai 50.000 unit per bulan. Kendati demikian, Reuters belum dapat memverifikasi klaim angka-angka tersebut secara independen.