Ronaldo di Persimpangan Terakhir, Portugal Masih Mencari Keseimbangan di Piala Dunia 2026

Ronaldo di Persimpangan Terakhir, Portugal Masih Mencari Keseimbangan di Piala Dunia 2026

KOMPAS.com - Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian di Piala Dunia 2026. Di usia 41 tahun, ia masih dipercaya memimpin Timnas Portugal dalam upaya mengejar satu trofi besar yang belum pernah diraih yaitu gelar juara dunia.

Namun di balik statusnya sebagai legenda hidup, muncul pertanyaan yang terus mengiringi perjalanan Portugal. Apakah Selecao das Quinas sudah menemukan cara terbaik memaksimalkan Ronaldo tanpa membuat permainan tim terlalu bergantung padanya?

Pengamat sepak bola Indonesia, Gita Suwondo menilai performa Ronaldo sepanjang babak grup belum sepenuhnya konsisten jika dibandingkan dengan pemain Timnas Argentina Lionel Messi.

“Sejauh Piala Dunia 2026, tiga laga yang sudah berjalan harus diakui bahwa Ronaldo agak strugling jika dibandingkan dengan Messi. Laga pertama dia tidak berjalan, laga kedua dia luar biasa dengan dua gol semua tim bermain seputar dia,” ujar pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu kepada Kompas.com.

“Tapi laga ke-3 hard game lawan Kolombia, tidak banyak yang bisa dilakukan Ronaldo hingga akhirnya imbang dan Portugal berada di posisi runner up,” imbuhnya.

Timnas Portugal kini memasuki babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan menghadapi Kroasia, Kamis (2/7/2026) malam, lawan yang dinilai tidak bisa diremehkan.

“Masih harus dilihat kemampuan Ronaldo karena Kroasia bukan lawan mudah kalaupun lolos tentu ketemu sama Spanyol nah ini ujian buatnya,” kata Gita Suwondo.

Enam Piala Dunia dan Kenangan Semifinal 2006

Bagi Ronaldo, Piala Dunia 2026 menjadi penampilan keenam sepanjang kariernya. Mantan jurnalis olahraga senior itu mengingatkan bahwa pencapaian terbaik Timnas Portugal bersama Ronaldo masih terjadi pada edisi 2006 di Jerman.

“Gelaran terbaik yang pernah dilakukan juga sampai semifinal tahun 2006, itu terbaiknya Portugal juga,” ucapnya.

Cristiano Ronaldo, Nuno Mendes, dan Joao Cancelo merayakan gol dalam pertandingan Grup K Portugal vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026 di Stadion Houston di Houston, Amerika Serikat, 23 Juni 2026. (Xinhua/Li Ming)
Cristiano Ronaldo, Nuno Mendes, dan Joao Cancelo merayakan gol dalam pertandingan Grup K Portugal vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026 di Stadion Houston di Houston, Amerika Serikat, 23 Juni 2026. (Xinhua/Li Ming)

Namun sejak saat itu, Timnas Portugal belum pernah lagi menyamai pencapaian tersebut di Piala Dunia. Perdebatan mengenai pengaruh Ronaldo terhadap permainan tim kembali mencuat. 

“Jadi kalau ada yang bilang Ronaldo menghambat Portugal mungkin lebih karena tidak semua pemain itu bermain untuk Ronaldo itu saja. Sedangkan Roberto Martinez masih mengaggap Ronaldo adalah pimpinan Portugal.” tutur Gita Suwondo.

Untuk itu ia menilai tantangan terbesar Timnas Portugal bukan hanya soal kualitas individu Ronaldo, melainkan bagaimana seluruh tim bekerja sebagai satu kesatuan.

“Ini yang kadang-kadang tidak jalan dan didalam sepakbola makin lama makin kesini dengan lawan yang makin berkembang kerjasama tim adalah sesuatu yang paling penting,” ujar pengamat yang juga komentator selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

“Sama halnya ketika para pemain Argentina sangat mendukung messi ini yang dimiliki Ronaldo untuk portugal di pial dunia 2026 ini dan piala dunia sebelum-belumnya,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Cristiano Ronaldo, Nuno Mendes, dan Joao Cancelo merayakan gol dalam pertandingan Grup K Portugal vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026 di Stadion Houston di Houston, Amerika Serikat, 23 Juni 2026. (Xinhua/Li Ming)
Cristiano Ronaldo, Nuno Mendes, dan Joao Cancelo merayakan gol dalam pertandingan Grup K Portugal vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026 di Stadion Houston di Houston, Amerika Serikat, 23 Juni 2026. (Xinhua/Li Ming)(Xinhua/Li Ming)