Pantau - PT PAL Indonesia menyatakan proyek pembangunan Kapal Landing Dock (LD) Philippines #1 menjadi peluang untuk mendorong industri lokal naik kelas melalui keterlibatan lebih dari 100 mitra nasional dalam proyek strategis yang dipesan Angkatan Laut Filipina.
PT PAL memproduksi Kapal Landing Dock Philippines #1 sepanjang 124 meter di galangan perusahaan di Surabaya sebagai unit pertama dari kontrak pengadaan dua kapal Landing Dock generasi lanjutan yang dijadwalkan diluncurkan pada akhir Juni 2026.
Menurut Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia Briljan Gazalba, keberhasilan memperoleh kontrak baru bukan sekadar pencapaian perusahaan, melainkan juga peluang untuk menciptakan pertumbuhan bersama bagi seluruh ekosistem industri nasional.
Ia mengungkapkan, "Ketika PT PAL mendapatkan kepercayaan dari pelanggan, maka kepercayaan tersebut harus diterjemahkan menjadi kesempatan bagi industri pendukung nasional untuk tumbuh bersama."
PT PAL Perkuat Rantai Pasok dan Standarisasi Industri Pendukung
PT PAL tidak hanya berfokus pada penguatan rantai pasok domestik, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas serta standardisasi komponen yang diproduksi oleh industri lokal.
Upaya tersebut dilakukan agar industri pendukung nasional mampu menembus pasar global melalui keterlibatan aktif dalam berbagai proyek strategis.
PT PAL menyatakan keterlibatan industri pendukung bertujuan memperluas manfaat ekonomi sehingga dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku usaha dalam negeri.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun rantai nilai nasional yang kuat sekaligus meningkatkan kemampuan industri pendukung agar mampu memenuhi standar kualitas yang semakin tinggi.
Menurut PT PAL, penguatan industri nasional tidak dapat dilakukan secara individual sehingga diperlukan sinergi yang berkelanjutan antara perusahaan utama dan industri pendukung untuk menciptakan industri yang lebih mandiri dan berdaya saing global.
Kemitraan Berkelanjutan Diharapkan Tingkatkan Daya Saing Nasional
PT PAL menerapkan pola kemitraan berkelanjutan dengan industri pendukung untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan kemampuan teknis para mitra.
Perusahaan menilai dampak kemitraan tersebut terlihat pada peningkatan kapasitas produksi, terciptanya lapangan kerja, pengembangan kompetensi tenaga kerja nasional, serta meningkatnya tingkat kandungan dalam negeri.
Briljan mengungkapkan, "Semakin banyak industri berkualitas yang terlibat, semakin kuat pula fondasi industri maritim dan pertahanan Indonesia di masa depan."
PT PAL menilai keberlanjutan ekosistem industri menjadi kunci penguatan industri nasional dan berkomitmen menjadikan proyek-proyek strategis sebagai jembatan bagi industri lokal untuk naik kelas seiring meningkatnya kepercayaan pasar global.
Perusahaan berharap industri lokal mampu berperan lebih besar di pasar internasional.