TANGERANG, KOMPAS.com - Gapura di Perumahan Taman Royal, Cipondoh, Kota Tangerang, tampak hampir seluruhnya dibongkar pada Senin (29/6/2026).
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, bangunan yang sebelumnya membentang sekitar 20 meter di atas jalan itu kini hanya menyisakan rangka besi.
Di lokasi, sejumlah pekerja masih menyelesaikan proses pembongkaran. Mereka memotong sisa ornamen yang masih menempel di bagian atas gapura menggunakan mesin gerinda.
Material beton yang sebelumnya menutupi rangka besi telah lebih dulu dilepas. Sejumlah potongan besi juga terlihat ditumpuk di tepi jalan.
Meski pembongkaran masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan, kendaraan tetap dapat melintasi jalanan tersebut.
Hal itu dikarenakan kuli bangunan yang membongkar gapura tersebut tidak menutup seluruh badan jalan, melainkan hanya sebagian area di sekitar titik pekerjaan.
Untuk mengurangi debu, area pembongkaran juga ditutup dengan menggunakan seng besi dan terpal.
Ketua Lingkungan Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) RW 16 Taman Royal, Teku Ibnu, mengatakan, pembongkaran dilakukan secara bertahap sejak sekitar dua pekan lalu.
"Ini hampir selesai, tinggal potong-potong bagian yang menggantung. Kalau rangkanya masih bagus, nanti akan dipakai lagi," ujar Ibnu kepada Kompas.com, Senin.
Menurut dia, warga memutuskan membongkar gapura karena khawatir bagian beton yang sudah lapuk dapat terlepas sewaktu-waktu.
"Yang kami khawatirkan itu semacam beton. Satu lembar beratnya sekitar 50 kilogram. Kalau itu jatuh, repot," kata dia.
Ia menjelaskan, proses pembongkaran menelan biaya sekitar Rp 26 juta yang seluruhnya berasal dari hasil patungan warga.
Setelah proses pembongkaran rampung, warga berencana membangun kembali gapura tersebut dengan desain baru menggunakan dana swadaya.
"Sekarang lagi dibuat anggarannya RAB-nya untuk kita pugar kembali dan gambarnya kami sudah punya, nanti mungkin bisa kita edarkan lagi ke warga," jelas dia.
Sementara itu, seorang pedagang di sekitar lokasi, Sari (57), mengatakan, pembongkaran tidak mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan karena dikerjakan secara bertahap.
"Enggak ditutup total. Kemarin ditutup pakai terpal, takut debunya ke orang lewat sama yang dagang," kata Sari.
Ia menilai pembongkaran perlu dilakukan karena kondisi gapura sudah tidak layak.
"Harus diperbaiki. Biar kita yang tinggal di sini juga enak," ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app