Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, bertakziah ke rumah duka dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang. Saat itu, keluarga dr. Icha menyampaikan permintaannya kepada Melki
Di hadapan gubernur, ayah dr. Icha, Gabriel Pakaenoni, tak kuasa menahan air mata. Sambil memeluk Gubernur Melki, ia memohon satu hal yang paling diharapkannya saat ini: keadilan bagi putrinya yang meninggal dunia setelah diduga mengalami intimidasi.
"Bapak Gubernur, saya minta penegakan keadilan, kebenaran, perlindungan keamanan dan kenyamanan bukan hanya untuk anak saya, tetapi untuk seluruh tenaga kesehatan," katanya dengan suara bergetar.
"Terlalu kejam dan sadis membunuh dan mengambil hidup anak saya. Anak kami ingin mengabdi untuk daerah ini, tetapi hidupnya berakhir seperti ini. Tolong kami, Bapak," tambahnya.
Kesedihan juga terpancar dari ibunda dr. Icha yang tak sanggup membendung tangis.
"Bapak Gubernur, lihat anak ini. Terlalu cantik, Bapak. Hidupnya untuk Timor Tengah Utara (TTU), tetapi dia juga mati untuk TTU," ucap ibunda dr. Icha.
Suasana semakin mengharukan ketika adik almarhumah yang ingin meneruskan perjuangan kakaknya.
"Bapak Gubernur, beta juga mau jadi dokter seperti kakak. Tolong bantu beta," ujarnya.
Gubernur Pastikan Proses Hukum Jalan
Di hadapan keluarga, ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan mengawal penuh proses hukum hingga seluruh fakta dalam kasus meninggalnya dr. Icha terungkap.
Melki mengungkapkan bahwa dugaan intimidasi terhadap dr. Icha sebenarnya telah diketahuinya sejak awal. Ia mengaku menerima laporan dari dokter spesialis toksikologi yang mendampingi dr. Icha selama menangani pasien.
"Saya sejak awal sudah dikontak oleh dokter ahli urologi yang melaporkan kepada saya bahwa dokter Icha mengalami intimidasi di TTU. Karena itu saya langsung meminta Bupati TTU dan Ketua DPRD TTU memberi perhatian khusus terhadap persoalan ini," ungkap Melki.
Ia mengaku telah meminta agar persoalan tersebut diselesaikan melalui dialog.
"Saya sempat meminta teman-teman yang bermasalah dengan dokter Icha agar segera menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, bertemu dan berdialog. Tetapi kemudian saya mendapat kabar dokter Icha meninggal dunia. Ini tentu sangat memukul kita semua," katanya.
Melki menegaskan proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap dugaan keterlibatan tiga anggota DPRD Kabupaten TTU.
"Kita proses semuanya tanpa kecuali. Saya sudah melihat pernyataan Kapolres TTU dan kita akan mengawal agar proses hukum berjalan dengan baik sampai terang benderang siapa saja yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini," tegasnya.
Ia juga memastikan surat wasiat yang ditinggalkan dr. Icha, yang kini telah berada di tangan penyidik, akan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
Menurut Melki, aparat penegak hukum juga perlu mendalami kemungkinan adanya faktor-faktor lain yang menjadi rangkaian penyebab hingga kasus tersebut berujung tragis.
"Kita biarkan proses hukum berjalan sambil kita kawal. Kita juga akan melihat apakah ada faktor-faktor lain yang menjadi akumulasi sehingga semuanya bisa diproses secara menyeluruh oleh kepolisian," ujarnya.
Tegaskan Perlindungan Nakes
Dalam kesempatan itu, Melki mengingatkan bahwa Undang-Undang Kesehatan memberikan perlindungan hukum kepada seluruh tenaga medis yang bekerja sesuai standar profesi.
"Tenaga medis, tenaga kesehatan dan dokter yang bekerja sesuai prosedur tidak boleh mengalami intimidasi, apalagi kekerasan, baik fisik maupun verbal. Siapa pun pelakunya, setinggi apa pun jabatannya, tetap bisa dipidana," tegas Melki.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dr. Icha telah menjalankan seluruh prosedur medis sesuai ketentuan, termasuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi dalam menangani pasien.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Pemprov NTT akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten TTU, DPRD TTU, Dinas Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta psikolog untuk memberikan pendampingan kepada tenaga kesehatan agar tetap merasa aman dalam menjalankan tugas.
"Kita ingin memastikan seluruh dokter, tenaga kesehatan, perawat dan bidan di NTT tetap bekerja dengan tenang setelah kasus dokter Icha ini. Pemerintah akan hadir memberikan perlindungan dan rasa aman bagi mereka," tutupnya.